![]() |
| Lantik: Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah Bording School Selong, TGH. M. Arhandika Rahman, Lc., (Foto: Istimewa/MP). |
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh santri wan dan santri wati guna membentuk karakter mandiri, mempererat persaudaraan, serta melatih kepemimpinan para santri.
Pembina sekaligus Panitia Kegiatan, Ustazah Siti Anisa, menyampaikan bahwa rangkaian kemah diisi dengan berbagai kegiatan penjelajahan alam dan pembinaan keagamaan. Selain hiking pada sore hari untuk melatih interaksi sosial santri dengan masyarakat sekitar, malam harinya dilanjutkan dengan kajian keagamaan dan prosesi pelantikan organisasi.
"Sore hari kita adakan hiking agar anak-anak belajar berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di luar lingkungan asrama. Malam harinya ada kajian bersama, lalu dilanjutkan pelantikan gabungan tiga ekstrakurikuler wajib, yaitu Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci, dan Hizbul Wathan (HW)," ujar Ustazah Anisa, saat ditemui dilokasi acara, Minggu (6/9).
Ia menambahkan, pelantikan ini menjadi momen penting bagi para santri baru tingkat kelas 7 dan kelas 10 agar resmi masuk dalam kepengurusan organisasi sekolah. Jika sebelumnya pada tahun 2025 pihak sekolah lebih banyak menonjolkan Tapak Suci, kini kepanduan Hizbul Wathan kembali diaktifkan secara penuh.
"Tujuan utamanya untuk merefreshing anak-anak yang selama ini fokus di asrama, sekaligus mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan. Melalui pelantikan ini, anak-anak diharapkan semakin berprestasi dan siap menjalankan latihan rutin organisasi," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren MBS Selong, TGH. M. Arhandika Rahman, Lc., mengungkapkan bahwa kegiatan kemah serentak yang melibatkan seluruh santri ini merupakan hal baru yang perdana dilaksanakan oleh MBS Selong.
Selain IPM dan Tapak Suci, agenda ini melantik kepengurusan Hizbul Wathan serta pengurus Mudabbir dan Mudabbirah yang bertugas mendampingi kehidupan harian santri di asrama.
"Ini perdana kita libatkan seluruh santri secara penuh. Melalui kegiatan outdoor seperti ini, kita ingin mengenalkan mereka pada alam sekaligus melihat kebesaran Allah. Ternyata banyak keunikan dan potensi anak-anak yang muncul ketika mereka berada di alam terbuka," ungkap TGH. M. Arhandika Rahman.
Beliau menyoroti tingginya inisiatif, kerja sama, dan jiwa gotong royong yang ditunjukkan santri sejak tiba di lokasi. Santri putra bahu membahu mendirikan tenda dan mencari kayu bakar, sedangkan santri putri bekerja sama menyiapkan konsumsi.
Lebih lanjut, TGH. M. Arhandika menekankan pentingnya pembentukan mental dan karakter leadership bagi masa depan para santri melalui masa bakti organisasi selama satu tahun ke depan.
"Fokus utama yang ingin kita tingkatkan adalah mental anak-anak. Kita ingin melatih mental mereka agar kelak ketika menjadi pemimpin, ulama, atau intelektual, mereka berani menunjukkan bakat dan mampu memimpin masyarakat. Kegiatan ini masih tahap awal dan penjajakan, nantinya akan kita evaluasi untuk pengembangan inovasi kemah santri di tahun-tahun mendatang," pungkasnya.

