Perkuat Kualitas Lulusan, IAI Hamzanwadi Pancor Geber Pelatihan Kurikulum OBE dan Penilaian HOTS untuk Dosen

Rosyidin S
Jumat, September 04, 2026 | 20.01 WIB Last Updated 2026-09-04T12:01:32Z
Pelatihan: Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor gelar pelatihan kurikulum bersama Dosen, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Memasuki tahun akademik 2026-2027, Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor terus melakukan pembenahan internal. Sebagai tindak lanjut dari program Review Kurikulum Out Come Based Education (OBE), kampus ini menggelar pelatihan bertajuk "Peningkatan Skill Akademik Dosen: Pelaksanaan Perkuliahan dan Penilaian Kurikulum OBE" pada Rabu (3/9/2026).


Langkah strategis ini diambil untuk memastikan proses pendidikan di IAI Hamzanwadi Pancor tetap relevan dengan dinamika dunia pendidikan tinggi dan tuntutan dunia kerja saat ini.


Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor IAI Hamzanwadi Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pengajar sebagai garda terdepan perubahan sistem pendidikan di kampus.


"Penguatan kapasitas dosen menjadi kunci utama agar implementasi kurikulum berjalan secara efektif di tingkat kelas," tegas Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd.


Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Muammar, M.Pd., memaparkan bahwa penerapan Kurikulum OBE bukan sekadar pemenuhan tuntutan administratif, melainkan instrumen vital dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi secara komprehensif.


"Kurikulum OBE ini selain sebagai syarat administratif dalam penyusunan borang akreditasi untuk meraih predikat Unggul, juga menjadi pedoman akademik yang terukur dengan target luaran yang jauh lebih konkret," papar Dr. Muammar, M.Pd.


Lebih lanjut, Dr. Muammar menjelaskan bahwa keunggulan utama Kurikulum OBE terletak pada penekanan kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS) berdasarkan kerangka Taksonomi Bloom. Pendekatan ini menuntut pengukuran yang signifikan pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik mahasiswa.


Oleh karena itu, evaluasi dan penilaian pembelajaran menjadi fokus mendasar. Tanpa sistem evaluasi yang jelas, proses pembelajaran dinilai tidak akan memiliki standar capaian yang terukur.


"Seorang dosen harus mampu melakukan evaluasi secara rinci dan komprehensif terhadap hasil asesmen pencapaian CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) pada mata kuliah yang diampu, lalu menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut. Seluruh proses ini wajib didukung bukti yang lengkap dan sahih untuk memastikan validitas serta akuntabilitasnya," lanjutnya.


Pelatihan yang diikuti oleh seluruh dosen IAI Hamzanwadi Pancor ini berlangsung interaktif dan dipenuhi diskusi aktif mengenai tantangan penerapan OBE di lapangan. Melalui penguatan kapasitas ini, IAI Hamzanwadi Pancor optimistis dapat terus meningkatkan kualitas perkuliahan sekaligus melahirkan lulusan unggul yang siap bersaing dan memberi solusi nyata di tengah masyarakat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perkuat Kualitas Lulusan, IAI Hamzanwadi Pancor Geber Pelatihan Kurikulum OBE dan Penilaian HOTS untuk Dosen

Trending Now