Dispar NTB Bekali Pelaku Ekraf Kuasai Digital, Praktik Langsung di Desa Sukarara ‎

Panca Nugraha
Kamis, Agustus 13, 2026 | 18.22 WIB Last Updated 2026-08-13T10:22:43Z
Sebanyak 25 peserta Pelatihan Optimalisasi Digital yang digelar Dinas Pariwisata NTB, saat mengunjungi Desa Wisata Sukarara, Lombok Tengah. (FOTO : istimewa)


‎MANDALIKAPOST.com  – Upaya mendorong pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) Nusa Tenggara Barat (NTB) beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital terus dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB.

‎Di hari kedua sekaligus hari terakhir Pelatihan Optimalisasi Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif, Kamis 13 Agustus 2026, sebanyak 25 peserta dari berbagai subsektor Ekraf di Pulau Lombok turun langsung ke Desa Wisata Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah.

‎Desa Sukarara dipilih sebagai lokasi praktik karena dikenal sebagai salah satu sentra kriya kain tenun khas Lombok. 

‎Di lokasi ini, peserta tidak hanya melihat aktivitas ekonomi kreatif secara langsung, tetapi juga mempraktikkan bagaimana sebuah produk lokal dikemas menjadi konten digital yang menarik.

‎Kabid Kelembagaan Disparekraf NTB, Mawardi, ST., M.Par., mengatakan praktik lapangan menjadi bagian penting dari pelatihan agar peserta tidak berhenti pada pemahaman teori.

‎“Peserta kita arahkan untuk praktik langsung membuat konten. Jadi tidak hanya memahami materi, tetapi bagaimana menghasilkan foto dan video yang bisa digunakan untuk promosi di media sosial,” kata Mawardi.

‎Pelatihan ini sebelumnya dimulai dengan pembekalan mengenai transformasi digital bagi pelaku Ekraf. Peserta mendapatkan materi tentang strategi pemasaran digital, branding, storytelling, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga optimalisasi media sosial.

‎Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan teknik produksi foto dan video menggunakan perangkat yang sederhana, termasuk smartphone, sehingga kemampuan tersebut dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha masing-masing.

Peserta Pelatihan Optimalisasi Digital yang digelar Dispar NTB ketika terjun langsung di Desa Wisata Sukarara, Lombok Tengah.


‎Pada praktik lapangan di Sukarara, peserta dibekali teknik fotografi produk, mulai dari pencahayaan, komposisi hingga pengambilan gambar. Peserta kemudian ditugaskan menghasilkan foto produk sebagai bahan konten promosi.

‎Tidak berhenti pada foto, peserta juga mempraktikkan pembuatan video promosi dengan aplikasi penyuntingan yang mudah digunakan. Materi tersebut diarahkan untuk menghasilkan konten yang lebih menarik sekaligus sesuai dengan karakter berbagai platform media sosial.

‎Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai live streaming, khususnya sebagai salah satu strategi pemasaran digital yang dapat dimanfaatkan pelaku Ekraf untuk berinteraksi langsung dengan calon konsumen.

‎Menurut Mawardi, penguasaan teknologi digital menjadi semakin penting bagi pelaku Ekraf karena kualitas produk saja tidak cukup tanpa kemampuan memperkenalkan dan memasarkannya kepada pasar yang lebih luas.

‎“Harapannya setelah pelatihan ini mereka bisa menguasai foto, video, media sosial, pemasaran digital, AI dan live streaming. Kemampuan itu bisa langsung diterapkan untuk memasarkan produk dan usaha mereka,” ujarnya.

‎Pemilihan Desa Wisata Sukarara sebagai lokasi praktik sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta bagaimana potensi budaya dan produk lokal dapat menjadi bahan storytelling dalam pemasaran digital.

‎Tenun khas Lombok yang selama ini dikenal melalui pasar konvensional, misalnya, dapat dikemas dalam bentuk foto, video pendek, maupun siaran langsung sehingga memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas melalui platform digital.

‎Rangkaian pelatihan kemudian ditutup dengan sesi evaluasi dan Demoday. Peserta mempresentasikan hasil praktik berupa foto dan video untuk mendapatkan masukan dari mentor serta jajaran Disparekraf NTB.

‎Pelatihan yang melibatkan 25 peserta dari berbagai subsektor Ekraf tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta terhadap transformasi digital, tetapi juga menghasilkan pelaku Ekraf yang lebih siap memanfaatkan teknologi untuk memperkuat promosi, pemasaran dan daya saing produk lokal NTB.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dispar NTB Bekali Pelaku Ekraf Kuasai Digital, Praktik Langsung di Desa Sukarara ‎

Trending Now