![]() |
| Perlinsos: Antusias warga Sembaulun Timbang Gading verifikasi data kependudukan melalui Identitas Kependudukan Digital, (Foto: Rosyidin/MP). |
Hingga pertengahan Agustus, pergerakan pendaftaran warga Lombok Timur tercatat menjadi yang tertinggi secara nasional dalam pemanfaatan aplikasi tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Juaini Taofik, mengungkapkan bahwa data pendaftaran warga Lombok Timur di aplikasi Perlinsos telah menembus angka 101.000 Kepala Keluarga (KK) dari target awal sekitar 140.000 hingga 150.000 KK yang berada pada rentang Desil 1 hingga Desil 4.
Meski demikian, Pemkab menegaskan bahwa pendataan ini menyasar seluruh KK di Lombok Timur demi transparansi data kemiskinan secara menyeluruh.
"Pergerakan kita tertinggi sekarang totalnya sudah mencapai 101.000 KK dari target awal 140.000 pada desil satu sampai empat. Namun, Pak Bupati mengarahkan agar tidak terbatas pada 150.000 saja, melainkan semua KK di Lombok Timur diprioritaskan untuk terdata," ujar Juaini Taofik.
Ia menambahkan, capaian ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat melalui pemantauan langsung tim Kemenko Marpes. Dalam tempo dua hari terakhir, Lombok Timur menduduki posisi puncak pendaftaran harian tertinggi, mengungguli Kabupaten Sumedang dan Kota Makassar.
"Berdasarkan pantauan, Lombok Timur berada di posisi tertinggi dengan pergerakan harian mencapai 18.977 KK, disusul Kota Makassar dengan 16.049 KK dan Sumedang 16.000 KK. Ini bentuk keseriusan kita," terangnya.
Juaini memaparkan, syarat utama pendaftaran mandiri pada aplikasi Perlinsos adalah dengan melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Bagi warga yang menemui kendala teknis, Pemkab telah mengisikan dan mengaktifkan peran ASN di kantor desa, pendamping PKH, hingga kader Posyandu sebagai agen pendaftaran.
"Waktu kita relatif mepet sampai tanggal 31 Agustus. Syarat mandiri adalah mengaktifkan IKD. Bagi masyarakat yang belum bisa, silakan manfaatkan ASN yang bertugas di desa serta kader Posyandu yang sudah kita aktifkan sebagai agen penerima pendaftaran," imbau Juaini.
Respon Positif dari Wilayah Pelosok
Antusiasme tinggi terhadap program penjemputan bola ini terlihat jelas di wilayah pedesaan. Penjabat (Pj) Kepala Desa Sembalun Timba Gading, Muhammad Ja'far, menyatakan bahwa warga di wilayah perbatasan utara Lombok Timur sangat menyambut baik skema pendataan digital ini. Sejak pagi hari, warga mendatangi kantor desa untuk mengaktifkan IKD sekaligus mengecek status kelayakan mereka.
"Alhamdulillah gagasan jemput bola ini luar biasa. Kami dari ujung timur utara Lombok Timur merasa sangat terbantu. Sejak pagi hingga siang, warga berdatangan untuk mendaftarkan diri dan mengecek keaktifannya dalam menerima bantuan sosial," kata Muhammad Ja'far.
Guna memastikan seluruh lapisan masyarakat terjangkau, Pemerintah Desa Sembalun Timba Gading menyusun jadwal pelayanan khusus secara bertahap bersama pihak kecamatan, serta menginformasikannya melalui pengeras suara masjid dan media sosial.
"Jadwal kita atur dari hari Senin sampai Jumat. Untuk warga yang belum ter-cover, kami berinisiatif bersurat kembali ke Dinas Dukcapil Lombok Timur untuk meminta jadwal pelayanan lanjutan," jelasnya.
Ja'far menilai keberadaan aplikasi perlinsos menjadi solusi objektif dalam mengikis potensi konflik sosial terkait penyaluran bansos di tingkat desa. Dengan pemetaan berbasis tingkatan desil dan verifikasi lapangan dari Badan Pusat Statistik (BPS), klasifikasi penerima bantuan menjadi jauh lebih transparan dan adil.
"Aplikasi ini sangat membantu pemerintah desa. Kami tidak lagi canggung atau dinilai subjektif saat menentukan mana warga yang layak dan tidak layak, karena sistem dan verifikasi BPS yang akan menentukan secara objektif," tutur Ja'far.
Ia berharap pendataan yang tersistem ini dapat mewujudkan keadilan sosial, di mana bantuan pemerintah benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang paling membutuhkan seperti lansia, anak-anak, dan keluarga prasejahtera.

