![]() |
| Sekolah: Sekertaris Pendidikan Lombok Timur, Lalu Bayan Purwadi saat ditemui diruang kerjanya. |
Sekretaris Dikbud Lombok Timur, Lalu Bayan Purwadi, menjelaskan bahwa penunjukan Plt selama ini merupakan mekanisme transisi untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan di sekolah agar roda pendidikan tetap berjalan optimal.
"Ini untuk kita mengisi kekosongan sementara, sehingga agar terjamin proses belajar mengajar di sekolah itu berjalan dengan baik," ujar Lalu Bayan Purwadi saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Lalu Bayan menekankan bahwa proses penetapan kepala sekolah definitif saat ini tidak lagi menggunakan pola atau mekanisme lama. Setiap calon kepala sekolah kini diwajibkan mengikuti dan lulus tes potensi serta Uji Kompetensi Bakat, Teknis, Kepemimpinan (BTKL) atau seleksi Bacalokep (Bakal Calon Kepala Sekolah) sesuai regulasi Kementerian.
"Sekarang kita tidak seperti pola yang lama. Setiap kepala sekolah yang harus didefinitifkan harus menjalankan proses tes potensi. Inilah sebagai dasar penelusuran kita untuk mendeteksi kepala sekolah Plt yang sudah mengikuti seleksi, apakah semuanya didefinitifkan atau ada yang diganti, tergantung kualifikasinya," tegas Bayan.
Menurutnya, penetapan ini juga berkaitan erat dengan kewenangan pengelolaan anggaran program revitalisasi sekolah serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian.
Untuk memenuhi kriteria penugasan sebagai kepala sekolah di Lombok Timur, seorang guru minimal harus mengantongi kepangkatan Golongan III/c dan telah dinyatakan lulus dalam ujian tes kecakapan kepala sekolah. Saat ini, pihak Dikbud Lombok Timur tengah menuntaskan pemrosesan data melalui sistem pusat hingga keluarnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari BKN/Kementerian.
Di tempat terpisah, Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Sembalun, H. Rumelan, S.Pd., mengonfirmasi bahwa terdapat lima posisi Plt kepala sekolah di wilayah kerjanya yang kini menunggu pelantikan resmi dari pemerintah kabupaten.
Rincian lima posisi Plt di Kecamatan Sembalun tersebut meliputi empat sekolah dasar yakni SDN 2 Bilok Petung, SDN 1 Timba Gading, SDN 2 Sembalun Bumbung, dan SDN 1 Sembalun Lawang serta satu sekolah menengah pertama, yaitu SMPN 2 Sembalun.
"Khusus di UPTD Pendidikan Kecamatan Sembalun, Plt itu ada di lima sekolah, empat di tingkat SD dan satu di tingkat SMP. Alhamdulillah kita dapat informasi, Pertek-nya sudah keluar dan saat ini sedang ada perbaikan administrasi sedikit. Insyaallah minggu-minggu ini atau bulan ini akan ada pelantikan," kata Rumelan.
Rumelan menambahkan bahwa kelima nama guru yang mengisi posisi Plt di Sembalun tersebut seluruhnya sudah diusulkan secara resmi karena telah memenuhi syarat legalitas dan dinyatakan lulus seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (Bacalokep). Masa pengabdian para Plt tersebut bervariasi, berkisar antara 1,5 hingga 2 tahun.
Ia berharap pelantikan definitif dapat segera direalisasikan demi kelancaran integrasi data pendidikan (Dapodik) serta manajemen administrasi di sekolah.
"Harapan kami kepada pihak pimpinan, mudah-mudahan secepatnya dilantik supaya proses dan program sekolah berjalan lancar tanpa kendala, terutama yang berkaitan dengan Dapodik," ungkapnya.
Selain fokus pada penataan kepemimpinan sekolah, Kecamatan Sembalun juga tengah menerima alokasi program revitalisasi fisik bangunan sekolah dari pemerintah pusat.
Program revitalisasi ini mencakup 4 unit SD, 2 unit SMP, dan 3 lembaga PAUD/TK. Dari total usulan tersebut, pelaksanaan pengerjaan fisik sudah mulai berjalan di SDN 1 Timba Gading dan SDN 1 Sembalun Lawang, sementara sekolah lain seperti SDN 2 Bilok Petung sedang dalam tahap persiapan.
Mengenai besaran anggaran Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi fisik tersebut, Rumelan menyebutkan beberapa di antaranya, seperti SDN 1 Timba Gading yang menerima dana alokasi sekitar Rp800 juta lebih, serta SDN 1 Sembalun Lawang yang mencapai kisaran Rp1,2 miliar. Pengawasan dan monitoring berkala terus dilakukan oleh UPTD Dikbud Kecamatan Sembalun agar pekerjaan fisik berjalan sesuai standar teknis yang ditetapkan.

