Bupati Lombok Timur Dorong Penguatan Kolaborasi dan Pemekaran Wilayah dalam Penilaian Lomba Posyandu NTB

Rosyidin S
Kamis, Oktober 29, 2026 | 23.17 WIB Last Updated 2026-10-29T15:17:52Z
Lomba: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menghadiri acara penilaian Lomba Posyandu Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi NTB tahun 2026 di halaman Posyandu Pelangi Rinjani, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Bupati Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan pentingnya peran strategis Posyandu yang kini telah bertransformasi tidak hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga garda terdepan dalam penanganan berbagai isu sosial masyarakat.


Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara penilaian Lomba Posyandu Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi NTB tahun 2026 di halaman Posyandu Pelangi Rinjani, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kamis (29/10).


Menurut Bupati, tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Posyandu harus diiringi dengan penguatan sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya perangkat di tingkat bawah yang bersentuhan langsung dengan warga.


"Pemerintah Daerah tetap memperhatikan kesehatan masyarakat, tetapi itu tidak cukup tanpa perangkat di tingkat bawah yang menyentuh langsung masyarakat. Di sinilah peran Posyandu. Saat ini kepercayaan terhadap Posyandu sangat tinggi, tidak hanya untuk pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga penyaluran bantuan, kebersihan lingkungan, hingga pengobatan gratis," ujar Bupati Haerul Warisin, seraya memberikan apresiasi tinggi kepada para kader yang bekerja dengan tulus.


Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut mengapresiasi keaktifan Posyandu Pelangi Rinjani Rakam yang telah mengimplementasikan layanan terintegrasi bagi seluruh siklus kehidupan, mulai dari balita, remaja, dewasa, hingga lansia.


Ia berpesan agar ajang perlombaan ini tidak sekadar dijadikan sarana mengejar tropi kemenangan, melainkan momentum untuk menyerap ilmu dan pengalaman dari tim penilai demi peningkatan kualitas pelayanan ke depan.


Guna mengoptimalkan jangkauan publik yang semakin luas, Bupati memberikan arahan khusus kepada Lurah Rakam dan kepala dinas terkait agar mengkaji rencana pemekaran lingkungan di wilayah Kelurahan Rakam. Langkah ini dinilai krusial agar beban kerja setiap kepala lingkungan lebih proporsional.


"Perlu kita pikirkan pengembangan wilayah agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih efektif dan efisien. Jika beban wilayah tiap Kepala Lingkungan lebih terukur, koordinasi dan respons pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih cepat," tegasnya.


Menutup rangkaian arahannya, Bupati mengingatkan bahwa berbagai penghargaan yang telah diraih oleh Lombok Timur merupakan buah manis dari kolaborasi yang solid antara kader posyandu, pemerintah, dan partisipasi aktif elemen masyarakat.


Sementara itu, Ketua Tim Penilai yang juga menjabat sebagai Kabid Kelembagaan Sosbud DPMPD Provinsi NTB, Lalu Zaenul Arifin, menjelaskan bahwa perlombaan ini bertujuan untuk memastikan implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan berjalan optimal. Penilaian mencakup tata kelola layanan, penerapan Sistem Informasi Posyandu (SIP), hingga inovasi kreatif di lapangan.


Lurah Rakam, Zulkarnaen, menambahkan bahwa transformasi Posyandu 6 SPM berdasarkan Permendagri telah membuat pelayanan jauh lebih komprehensif. Melalui sistem pembagian wilayah tanggung jawab antaranggota, setiap aspirasi warga kini dapat disalurkan secara cepat dan terarah ke instansi teknis terkait.


Acara peninjauan dan penilaian ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK, jajaran Forkopimcam, pendamping Keluarga Berencana (KB), para kader posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Lombok Timur Dorong Penguatan Kolaborasi dan Pemekaran Wilayah dalam Penilaian Lomba Posyandu NTB

Trending Now