![]() |
| Seminar: Antusias para peserta mengikuti seminar kebudayaan tingkat nasional, (Foto: Istimewa/MP). |
Forum akademik dan kebudayaan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkokoh kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan krusialnya melestarikan serta mengembangkan warisan budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung semarak ini menghadirkan jajaran akademisi dan praktisi budaya sebagai narasumber. Pembahasan berfokus pada peran vital pahlawan kebudayaan dalam merawat identitas daerah, melestarikan tradisi luhur, dan mentransformasikan kearifan budaya Sasak agar tetap adaptive serta relevan menghadapi laju modernisasi.
Antusiasme peserta terpancar dari hadirnya ratusan mahasiswa, praktisi, pemerhati budaya, hingga masyarakat umum. Menariknya, mayoritas peserta tampil anggun mengenakan pakaian dan atribut adat tradisional Sasak sebagai simbol kebanggaan terhadap identitas lokal.
Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa kebudayaan tidak boleh sekadar dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang statis, melainkan sebagai aset aktif bagi pembangunan daerah.
"Kearifan budaya Sasak adalah modal sosial yang sangat berharga. Jika dikelola secara adaptif, nilai-nilai lokal ini dapat menjadi motor penggerak utama bagi pengembangan pendidikan, industri ekonomi kreatif, pariwisata berbasis komunitas, hingga pemberdayaan masyarakat," ujar salah satu narasumber akademisi di sela-sela pemaparannya.
Sementara itu, pihak penyelenggara menegaskan peran perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai lokal agar tidak tergerus arus globalisasi.
"Merawat budaya berarti menjaga identitas, dan mengembangkan kearifan lokal berarti menyiapkan masa depan. Kampus harus terus hadir sebagai ruang tumbuh bagi ilmu pengetahuan sekaligus benteng pelestarian budaya," tegas perwakilan Institut Elkatarie.
Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, Institut Elkatarie kembali menegaskan komitmennya untuk memposisikan institusi pendidikan sebagai pusat inkubasi pengetahuan yang berakar kuat pada nilai-nilai kebudayaan daerah.

