Swasembada di Tengah Krisis Global: Presiden Prabowo Apresiasi Ketahanan Pangan Nasional dan Rekor Kesejahteraan Petani

Rosyidin S
Kamis, Oktober 22, 2026 | 21.52 WIB Last Updated 2026-10-22T13:52:48Z
Swasembada: Persiden Repobelik Indonesia, Prabowo Subianto bersama dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di lokasi panen raya padi, (Foto: Istimewa/MP).

JAKARTA, MANDALIKAPOST.com — Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan ancaman krisis yang berpotensi mengganggu pasokan perdagangan internasional, Indonesia berhasil mengamankan ketersediaan pangan secara mandiri melalui penguatan produksi dalam negeri. Capaian ini ditegaskan Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu tonggak prestasi utama dalam dua tahun masa pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi utama ketahanan nasional, terutama ketika situasi krisis melanda dunia.


“Prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan dalam waktu cepat,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden mengingatkan bahwa kecukupan finansial tidak selalu menjamin ketersediaan pasokan jika krisis global terjadi dan negara produsen menghentikan ekspornya.


“Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain. Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan,” tegasnya.


Ketahanan pangan nasional ini teruji meski Indonesia berhadapan dengan dinamika iklim ekstrim, termasuk periode kekeringan panjang pada 2025–2026. Melalui langkah kontingensi Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Indonesia berhasil memproyeksikan swasembada pada delapan komoditas utama pada tahun 2026, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.


Penguatan dari hulu ke hilir—meliputi penyediaan sarana produksi, pengairan, mekanisasi, hingga penyerapan hasil panen—juga berdampak langsung pada kesejahteraan produsen pangan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional per September 2026 menyentuh angka 131,11 atau naik 1,49 persen dibanding bulan sebelumnya. Angka ini mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatan NTP nasional.


Sebagai penopang pasokan, cadangan beras nasional berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Data Badan Pangan Nasional mencatat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 4,56 juta ton per 20 Oktober 2026, yang seluruhnya diserap dari produksi petani dalam negeri.


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan masyarakat berada dalam posisi aman untuk menghadapi fluktuasi iklim maupun ketidakpastian pasar global.


“Stok kita banyak, masih melimpah. Stok (Cadangan Beras Pemerintah) kita 4,5 juta ton. Jadi aman,” kata Mentan Amran.


Ia menambahkan bahwa keberlanjutan swasembada ini akan terus dijaga melalui perlindungan lahan pertanian, pemanfaatan teknologi, penyediaan air, serta jaminan kepastian pasar bagi para petani di seluruh Indonesia.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Swasembada di Tengah Krisis Global: Presiden Prabowo Apresiasi Ketahanan Pangan Nasional dan Rekor Kesejahteraan Petani

Trending Now