Ngobrol Pintar Bareng Mahasiswa NTB, Dirlantas Kombes Noviar Ajak Millenials Taati Protokol Covid-19 dan Tertib Berlalulintas

MandalikaPost.com
Jumat, Agustus 28, 2020 | 22.02 WIB
Direktur Lalu Lintas Polda NTB, Kombes Pol Noviar SIK saat menjadi narasumber dalam Ngobrol Pintar bersama mahasiswa di Mataram, NTB.

MATARAM - Di tengah pandemi Covid-19, tertib berkendara di jalan raya tidak luput dari perhatian Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali-Nusa Tenggara untuk tetap menataati standar protokol kesehatan dari pemerintah.

PKC PMII Bali-Nusra menggelar Ngobrol Pintar bertemakan "Budaya Tertib Lalu Lintas Saat Pandemi Covid-19", Jumat (28/8) di Nice Coffee Mataram. Kegiatan itu menghadirkan narasumber antara lain Dirlantas Polda NTB, Kepala Dinas Perhubungan NTB, dan Ahli Psikologi.

Kegiatan Ngobrol Pintar tersebut dihadiri oleh perwakilan organisasi pemuda dan mahasiswa di NTB.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda NTB Kombes Pol Noviar, S.I.K menyampaikan bahwa menaati aturan berlalu Lintas berarti kita menyayangi diri kita sendiri.

"Menaati aturan berlalu Lintas dan Protokol kesehatan Covid-19 berarti menyayangi diri sendiri. Jika terjadi kecelakaan akibat kita tidak taat aturan tentu kita sendiri yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut," jelas Kombes Pol Noviar.

Di masa Pandemi COVID-19 ini, masyarakat diminta untuk menaati protokol kesehatan Covid-19, untuk mencegah terjadi penularan dan penyebaran penyakit Covid-19.

"Kepolisian berserta instansi yang lain menekankan pelaksanaan kontrol terhadap protokol kesehatan Covid-19 tersebut," tambah Dirlantas Polda NTB ini.

Kombes Pol Noviar menggambarkan, tingginya pelanggaran yang dilakukan oleh remaja (millenial). Dari 633 kecelakaan selama 6 bulan, 300 lebih kecelakaan dilakukan oleh remaja.

"Karena itu kami mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk menjadi teladan dalam menaati aturan berlalu Lintas dan Protokol kesehatan Covid-19," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan NTB, H Lalu Bayu Windya, M.Si  mengingatkan, bahwa di musim pandemi Covid-19 selain mentaati aturan lalu lintas juga harus menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak sebelum, saat sedang dan setelah berkendara.

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas membunuh lebih banyak manusia dibandingkam dengan bencana gempa.

"Bencana alam seperti gempa mungkin terjadi sekali dalam 50 tahun, sedangkan kecelakaan lalu lintas terjadi setiap hari," katanya.

Mirisnya, kebanyakan korban meninggal ini dikarenakan tidak memakai helm atau tidak taat aturan lalu lintas.

"Perlu saya ingaatkan 72% kecelakaan terjadi di jalan lurus, 20% di tikungan, dan sisanya 8% di persimpangan," katanya.

Sementara Pujiarohma, M. Psi, Dosen Psikologi Universitas Mataram (UNRAM) mengatakan, jelas-jelas sudah ada aturan tapi masih kemudian kita langgar, hal ini bisa dijelaskan dalam ilmu perilaku.

"Sudah banyak hormon di kepala tentang memori yang salah, sehingga perilaku lalu lintas juga menjadi salah. Perilaku negatif jika terus menerus dilakukan, itu berarti sedang menabung penyakit dalam hidup kita," ujarnya.

Ia menegaskan perilaku lalu lintas yang baik juga harus ditanamkan dalam dunia pendidikan. Apalagi jika dilihat dari kecelakaan itu rata-rata anak muda, khususnya anak sekolah.

"Yang mengalami kecelakaan rata-rata generasi millenial, sekitar 15-30 itu korbannnya sampai 300 lebih. Setiap 6 kali kecelakaan 1 yg meninggal," ungkapnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ngobrol Pintar Bareng Mahasiswa NTB, Dirlantas Kombes Noviar Ajak Millenials Taati Protokol Covid-19 dan Tertib Berlalulintas

Trending Now