SMAIT Cahaya Bangsa Tetap Berprestasi di Saat Pandemi

MandalikaPost.com
Jumat, September 04, 2020 | 20.30 WIB Last Updated 2020-09-04T12:38:34Z

LOMBOK TIMUR - Dunia pendidikan SMA di NTB patut berbahagia dengan kemenangan yang didominasi diraih siswa siswi SMAIT Cahaya Bangsa Lenek Lombok Timur. Belajar dalam situasi krisis dan pandemi tak menghalangi siswa Cahaya Bangsa merancang karya dalam meraih prestasi.

Dikatakan Kepala Sekolah Lalu Yulhaidir, MPsi bahwa SMAIT Cahaya Bangsa  berupaya tetap menjaga dan memberikan program peningkatan amal yaumiyah bagi peserta didiknya di tengah pandemi ini dan tetap menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh. Bentuk upaya yang dilakukan adalah dengan menyusun pedoman form Mutaba’ah Amal Yaumiyah dengan harapan semoga peserta didik Cahaya Bangsa tetap menjaga dan meningkatkan Ibadahnya meski sedang tidak berada di lingkungan sekolah.

"Kami berhasil mendominasi juara pada bidang mata lomba riset tingkat nasional di antara hampir 1000 karya terbaik se Indonesia, SMAIT yang baru berusia 5 bulan ini berhasil melesat di posisi atas," terang Psikolog ini di Lenek, Jumat (4/9).

Hasil yang diraih siswa ujarnya tak lepas dari bimbingan para guru yang memberikan beragam stimulasi aktif untuk mengoptimalkan energi remajanya.

"Anak-anak berkesempatan untuk mengeksplore ragam talenta yang dimiliki, hingga selanjutnya fokus pada talent yang paling dikuasai dan diminati. Dalam ragam kegiatannya, anak-anak Cahaya Bangsa tetap dileading untuk memperhatikan prinsip ihtisaban (perhitungan dan pertimbangan internal anak), awareness (kesadaran), mindfulness (pemaknaan), accaptances (penerimaan), sehingga segala proses belajar menjadi sesuatu yang dinikmati dengan nyaman dan dorongan diri sendiri, bukan paksaan yang melelahkan," papar Yulhaidir.

Diterangkannya, Cahaya Bangsa dikelola oleh generasi milenial dengan ragam talent kekinian, terdukung prinsip-prinsip pendidik Islam yang mengedepankan dakwah dengan hikmah wal mauizhoh hasanah, ketauladanan positif, tutur kata yang efektif dan asertif (tegas), serta kesiapan menjadi teman bercerita yang baik bagi santri. Cahaya Bangsa terdaftar sebagai anggota JSIT Indonesia

Sementara itu Zainul Muttaqin selaku guru pembina bidang Matematika mengungkapkan guru dan santri menjadi satu team, budaya di sekolah adalah budaya belajar dan kerja tuntas sehingga mendorong semangat mereka untuk bertarung disaat sulit di masa pandemi ini.

"Memang tidak mudah untuk berpartisipasi dengan lomba-lomba yang ada, mengingat banyak sekali keterbatasan yang dimiliki sekolah saat pandemi, namun alhamdulillah, melalui komitmen dan kerjasama yang apik antara santri dan guru, kesiapan kerja mulai dari pagi hingga malam hari, alhamdulillah kami berhasil meraih prestasi ini," jelas guru dengan capaian prestasi terbanyak itu.

Visi SMAIT Cahaya Bangsa adalah Generasi Qur’ani berwawasan global (global minded), berkarakter pemimpin (leadership), dan berjiwa wirausaha (enterpreneurship).
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • SMAIT Cahaya Bangsa Tetap Berprestasi di Saat Pandemi

Trending Now