Iklan BNS

Syekh Ali Jaber Tutup Usia, Gubernur NTB Berkunjung ke Rumah Duka di Mataram

MandalikaPost.com
Kamis, Januari 14 | 20.49 WIB
Guberur NTB Dr H Zulkieflimansyah berkunjung ke rumah duka keluarga almarhum Syekh Ali Jaber di Mataram. 

MATARAM - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berkunjung ke rumah duka almarhum Syekh Ali Jaber di Jalan Ade Irma Suryani Monjok no 38B, Mataram. Kepada pihak keluarga, Gubernur menyampaikan belasungkawa dan rasa duka yang mendalam. Ia juga menyampaikan kekagumannnya pada sosok almarhum. 


"Allah cinta pada beliau," ujarnya.


Selain itu, Dr. Zul juga mengenang pesan Syekh Ali Jaber yang sempat mengatakan ingin dimakamkam di Lombok jika meninggal. Namun dengan ketatnya prosedur untuk memberangkatkan jenazah maka pemakaman diputuskan untuk dilakukan di Tangerang. 


"Kita sebenarnya berharap beliau bisa dimakamkan di Lombok sesuai dengan wasiatnya, tapi dengan prosedur segala macamnya kita juga mengerti," jelasnya.


Syekh Ali Jaber adalah seorang ulama dan pendakwah. Almarhum juga aktif sebagai juri dalam kompetisi hafalan Al Quran di Indonesia dan menjadi dai di beberapa stasiun televisi nasional.


Ulama kelahiran Madinah itu tutup usia pada Kamis pukul 08.30 WIB di RS Yarsi, Jakarta. Almarhum meninggal setelah sekian lama dinyatakan negatif dari COVID-19.



Keluarga Syekh Ali Jaber, Faisal Jaber, menerangkan bahwa keluarga besar almarhum telah sepakat melaksanakan pemakaman di Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Qur’an (Daqu) pada Kamis (14/1) dan sudah selesai dimakamkan tadi sore 


Pesantren tersebut merupakan pesantren yang didirikan oleh Ustaz Yusuf Mansur. 


"Saudara dan sahabat-sahabatnya ingin beliau di makamkan di sana. Ada ibunda beliau juga di Jakarta," ujar Faisal. 


Dirinya juga mengenang kembali pertemuan terakhir dengan Syekh Ali Jaber. Saat itu almarhum sempat menginap selama lima hari pada November 2020 lalu setelah menghadiri kegiatan di Lombok Timur.


"Waktu itu yang paling lama beliau menginap di sini. Biasanya hanya 1-2 hari," jelasnya.


Pihak keluarga dari rumah duka di Monjok sendiri telah berangkat ke Jakarta. Antara lain istri almarhum,, anak pertama almarhum, mertua almarhum dan beberapa orang anggota keluarga lainnya.


"Keluarga akan di sana 3-4 hari,"  katanya.


Pesan untuk Putra Sulung


Almarhum Syeikh Ali Jaber memiliki pesan semasa masih hidup kepada keluarga, terutama kepada putra sulungnya Al Hasan Ali Jaber, yakni tetap selalu menjaga shalat dan menjaga ibunya.


"Pesannya dari dulu selalu jaga shalat, jaga shalat, jaga shalat, jangan tinggalkan shalat karena shalat itu tiang agama. Terus jangan lupa jaga ibu dan keluarga," ujar Al Hasan Ali Jaber saat ditemui di rumahnya di Jalan Ade Irma Suryani, Kota Mataram, Kamis.


Al Hasan Ali Jaber mengaku, dirinya dan keluarga mengikhlaskan kepergian Syeikh Ali Jaber. Meski demikian, dirinya tidak memiliki firasat apapun terkait meninggalnya Syeikh Ali Jaber.


"Kalau firasat tidak ada sama sekali," terangnya.


Menurutnya, semasa hidup Syeikh Ali Jaber tidak pernah meminta dirinya untuk meneruskan pekerjaan almarhum sebagai seorang pendakwah. Karena pesan almarhum kepada dirinya untuk tetap selalu menjaga dan tidak meninggalkan shalat.


"Belum ada, cuman yang selalu beliau pesan itu jaga shalat, karena insyaAllah kalau shalat lancar maka hidup akan dipermudah, terus jangan lupa mengkhatamkan Alquran," ucap putra sulung Syeikh Ali Jaber ini.  


Sebelum kembali ke Lombok pada Senin (11/1) lalu, dirinya lama berada di Jakarta untuk memantau kondisi Syeikh Ali Jaber selama dalam perawatan di rumah sakit.


"Karena kondisinya beliau terus membaik, saya akhirnya memutuskan pulang, tapi pada Kamis (14/1) pagi kami dikabarkan bahwa kondisi Syeikh Ali Jaber terus menurun, oksigen turun dan panasnya naik. Tapi meninggalnya Syeikh Ali Jaber dalam kondisi negatif COVID-19," jelasnya.


Terkait pemakaman, Syeikh Ali Jaber, pihaknya sepenuhnya menyerahkan yang terbaik, meski semasa hidup Syeikh Ali Jaber pernah berpesan ingin di makamkan di Lombok.


"Kalau bisa di makankan di Lombok, kami akan usahakan. Tetapi kalau ada halangan dan sesuatu lain hal kita mencari jalan terbaik, informasi terkahir di makamkan di Jakarta atau Tanggerang," ujarnya.


Meski demikian, diakuinya pihak keluarga memang berharap agar bisa di maknakan di Lombok, karena keluarga besar Syeikh Ali Jabersemua ada di Lombok.


"Semua kami lagi berduka, insyaAllah almarhum ditempatkan di sisi yang terbaik oleh Allat SWT. Sekarang kami dan keluarga sore ini mau berangkat ke Jakarta, bersama ibu dan keluarga besar," katanya.    


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Syekh Ali Jaber Tutup Usia, Gubernur NTB Berkunjung ke Rumah Duka di Mataram

Trending Now

Iklan