Menu Roti Program MBG di Suralaga Viral, Orang Tua Siswa Kritik Kelayakan Gizi, SPPG Beri Klarifikasi

Rosyidin S
Kamis, Maret 12, 2026 | 06.21 WIB Last Updated 2026-03-11T22:21:28Z
MBG; Ilustrasi gambar video menu MBG di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Lotim, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, menjadi sorotan publik setelah menu makanan yang dibagikan kepada siswa penerima manfaat viral di media sosial.

Dapur yang diduga bernama SPPG MBG Suralaga 2 menuai kritik usai beredarnya video yang memperlihatkan pembagian menu roti kepada siswa. Video tersebut pertama kali diunggah akun Facebook @Jihan Mykekey pada Selasa (11/3) dan langsung memicu beragam tanggapan warganet.


Dalam unggahannya, pemilik akun mempertanyakan kelayakan serta kandungan gizi roti yang diberikan kepada anak-anak penerima program MBG.


“Bukan masalah bersyukur, tapi layak tidak dimakan sama anak-anak. Ini butuh air satu liter buat mencerna roti ini. Kasian kan kalau dibuang mubazir,” tulis akun tersebut.


Video berdurasi sekitar satu menit lima detik itu juga memperdengarkan suara sejumlah orang tua siswa yang mempertanyakan peran ahli gizi dalam penyusunan menu makanan di dapur SPPG tersebut. Mereka menilai makanan yang diberikan belum mencerminkan konsep makanan bergizi sebagaimana tujuan program MBG.


“Siapa ahli gizinya? Masyaallah kok begini yang dikasih. Ini SPPG 2 Suralaga, gizinya di mana? Ini butuh satu liter air baru bisa kita makan,” ujar salah seorang orang tua dalam video.


Orang tua siswa lainnya menilai roti yang dibagikan didominasi bahan tepung tanpa tambahan komposisi lain seperti telur atau bahan bernutrisi yang dapat meningkatkan nilai gizi. Bahkan, mereka khawatir tekstur makanan tersebut dapat menyulitkan anak saat dikonsumsi.


“Kalau begini bisa keselek kita makan. Ini bukan masalah bersyukur, tapi ini tidak layak dimakan karena hanya tepung dan mengembang,” ungkapnya.


Unggahan tersebut kemudian menuai berbagai reaksi warganet. Salah satunya akun @Yuni Miranda yang menilai program makanan bergizi berpotensi menjadi mubazir apabila kualitas menu tidak diperhatikan secara serius.


Menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Suralaga 2, Nisa Alistiana, memberikan klarifikasi terkait menu roti yang menjadi sorotan publik. Ia tidak membantah bahwa roti tersebut merupakan bagian dari menu yang didistribusikan kepada siswa penerima manfaat program MBG.


Menurut Nisa, roti tersebut diproduksi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjadi mitra penyedia makanan dapur SPPG. Saat diambil dari produsen, kondisi roti masih baru matang dan layak konsumsi.


“Kami mengambil roti dari UMKM. Saat kami ambil, rotinya baru matang dan masih hangat. Kebetulan juga dalam kondisi puasa sehingga dari tampilannya terlihat menarik dan harganya sesuai dengan bajet yang ada,” jelasnya saat dikonfirmasi via telpon, Rabu (11/3) kemarin.


Ia menjelaskan, pihak dapur memesan paket menu MBG senilai Rp15 ribu, sementara roti berbentuk bulat digunakan untuk kategori porsi B3 dengan harga sekitar Rp10 ribu.


“Kami pesan yang harga Rp15 ribu, sedangkan roti bulat itu untuk porsi B3 dengan harga Rp10 ribu. Kami juga sudah mengonfirmasi ke suplier dan mereka telah menyampaikan permintaan maaf,” katanya.


Berdasarkan keterangan pihak penyedia, lanjut Nisa, keluhan seperti ini baru pertama kali terjadi. Selama ini produk roti dari UMKM tersebut juga digunakan oleh sejumlah dapur MBG lainnya tanpa adanya komplain.


“Menurut suplier, baru kali ini ada yang komplain seperti ini karena banyak dapur lain juga memesan roti yang sama,” ungkapnya.


Meski demikian, pihak SPPG Suralaga 2 memastikan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi internal. Ke depan, dapur MBG akan lebih selektif dalam memilih mitra UMKM guna menjaga kualitas menu yang diberikan kepada siswa.


“Ke depan kami akan lebih selektif dalam memilih UMKM yang menjadi mitra suplier, terutama yang produknya benar-benar berkualitas,” pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih dimintai keterangan lebih lanjut mengenai standar penyusunan menu serta mekanisme pengawasan ahli gizi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.

 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menu Roti Program MBG di Suralaga Viral, Orang Tua Siswa Kritik Kelayakan Gizi, SPPG Beri Klarifikasi

Trending Now