Tiga Desa di NTB Terima Penghargaan Desa Wisata Berkelanjutan Nasional

MandalikaPost.com
Kamis, Maret 04, 2021 | 15.17 WIB Last Updated 2021-03-04T07:18:09Z
Penyerahan penghargaan dan sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan di Kantor Kemenparekraf, Jakarta.

MATARAM - Kemenparekraf menyerahkan Penghargaan dan Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan untuk 16 Desa Wisata di Indonesia. Tiga Desa di NTB termasuk sebagai penerima penghargaan dan sertifikasi tersebut.


Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Moh Faozal mengatakan, tiga desa wisata NTB yang memperoleh penghargaan dan sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan tingkat Nasional adalah Desa Sesaot di Lombok Barat, Desa Bile Bante di Lombok Tengah, dan Desa Kembang Kuning di Lombok Timur.


"Dari 16 Desa Wisata yang menerima penghargaan, kita di NTB dapat tiga Desa, yaitu Sesaot, Bile Bante, dan Kembang Kuning. Kami sangat mengapresiasi tiga desa ini dan juga Kemenparekraf," kata Faozal, Kamis (4/3).


Penghargaan dan sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan diserahkan Menparekraf Sandiaga Uno kepada 16 perwakilan Desa Wisata Berkelanjutan, Selasa (2/3) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta.


Faozal mengatakan,  penghargaan dan sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan ini akan menjadi motivasi agar ke depan semakin terbentuk sinergi antara semua lembaga desa, pengelola wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta para tokoh dan masyarakat di setiap Desa Wisata yang ada di NTB.


Menurutnya, konsep Desa Wisata Berkelanjutan juga terus didorong di NTB. Sebab selain bisa menjadi destinasi alternatif, desa wisata juga memberi kontribusi yang nyata untuk perkembangan desa dan manfaat ekonomi bagi masyarakatnya.


Sebelumnya, dalam penyerahan penghargaan di Jakarta, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, Kemenparekraf  memberikan sertifikasi dan penghargaan bagi 16 Desa Wisata ini,  atas prestasinya sebagai Desa Wisata Berkelanjutan sebagai upaya untuk mendorong quality tourism.


Ia menjelaskan, penerapan standar berkelanjutan yang  berfokus kepada 3 aspek keberlanjutan yaitu sosial, lingkungan dan ekonomi di Desa Wisata. Melalui program sertifikasi desa wisata berkelanjutan ini dilakukan agar lebih berkualitas, lebih kredibel, dan mampu berkolaborasi serta bersaing secara domestik dan internasional.


“Membangun quality tourism memerlukan beberapa syarat seperti infrastruktur, konektivitas, pemasaran, hingga daya tarik pariwisatanya sendiri sehingga mampu meningkatkan kualitas wisata serta kenyamanan dan keamanan destinasi wisata," kata Sandiaga. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tiga Desa di NTB Terima Penghargaan Desa Wisata Berkelanjutan Nasional

Trending Now