![]() |
| MBG: Zainuddin, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rinjani Zein, (Foto: Istimewa/MP). |
Aksi spontan ini viral di media sosial dan mengundang haru para penerima manfaat. Sosok di balik inisiatif tersebut adalah Zainuddin, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rinjani Zein.
Ia mengonfirmasi bahwa uang tersebut merupakan zakat mal pribadi dari keuntungan usahanya, bukan bagian dari anggaran pemerintah.
Zainuddin, yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang otomotif dan tembakau, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil karena rasa empatinya terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
“Sengaja saya sisipkan zakat melalui paket MBG tahun ini. Saya prihatin melihat kondisi ekonomi warga yang sedang sulit, apalagi menjelang Lebaran,” ujar Zainuddin pada Jumat (13/3).
Total dana yang dikucurkan mencapai ratusan juta rupiah. Ia menegaskan bahwa seluruh nominal tersebut berasal dari kantong pribadinya untuk memastikan tidak ada pencampuran antara dana negara dan dana sosial.
Pemberian ini tidak hanya terbatas pada siswa sekolah dari tingkat TK hingga SMA, tetapi juga menjangkau kelompok masyarakat rentan lainnya di Desa Loyok, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Meski mendapatkan apresiasi luas, Zainuddin mengaku sempat merasa tidak nyaman ketika aksi tersebut viral. Ia khawatir hal itu dianggap sebagai ajang pamer (riya). Namun, ia menegaskan telah berkonsultasi dengan tokoh agama mengenai hukum menyalurkan zakat secara terbuka.
“Niat saya murni karena Allah, menunaikan kewajiban zakat. Saya hanya ingin berbagi dengan masyarakat sekitar. Saya menanyakan kepada ahli agama, zakat itu boleh diketahui oleh banyak orang, berbeda dengan sedekah lainnya,” jelasnya.
Ke depan, melalui Yayasan Bina Masyarakat Lombok, Zainuddin berencana memperluas jangkauan manfaatnya dengan program pemberian gaji bagi guru ngaji dan marbot masjid di wilayah tersebut.
Pihak pelaksana lapangan juga telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) setempat untuk mengklarifikasi bahwa pemberian uang tunai ini adalah murni inisiatif kemanusiaan dari mitra penyedia dan tidak berkaitan dengan petunjuk teknis (juknis) resmi program MBG dari pemerintah.

