Iklan Yamaha

Bang Karman : Kegiatan Sukses dengan Prokes !!

MandalikaPost.com
Minggu, Juni 6 | 22.03 WIB
Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah bersama Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal dan Pimpinan Ponpes Nurul Hakim TGH Muharrar Mahfudz dalam halal bihalal Alumni Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat.

LOMBOK BARAT - Penerapan protokol kesehatan di lingkungan Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, patut ditiru. Selain secara konsisten menegakan penerapan prokes sesuai anjuran pemerintah, Nurul Hakim juga menjadi Ponpes yang menjadi teladan masyarakat di Lombok Barat.


Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dan Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal memuji dan mengapresiasi Ponpes Nurul Hakim. 


Hadir dalam acara Halal Bihalal Alumni pondok pesantren Nurul Hakim yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6), Gubernur Zulkieflimansyah dan Kapolda Iqbal menyaksikan langsung bagaimana aturan prokes benar-benari diperhatikan selama kegiatan berlangsung.


Acara digelar secara hybrid, secara offline maupun online bersama dengan para alumni yang ada di seluruh wilayah di Indonesia maupun yang ada di luar negeri.


Secara offline, halal bi halal digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang sangat ketat. Dimana pusat kegiatan yang dilakukan di Masjid Firdaus Ponpes Nurul Hakim, membatasi jumlah peserta yang boleh masuk di dalam masjid.


Dijumpai usai kegiatan, Ketua Panitia halal bihalal, Karman BM mengaku senang kegiatan bisa berjalan dengan sukses dengan penerapan prokes yang ketat.


"Alhamdulillah kegiatan halal bihalal terlaksana dengan baik dan penerapan prokes menjadi prioritas," ujar Bang Karman, sapaan akrabnya. 


BACA JUGA : Penerapan Prokes di Ponpes Nurul Hakim Tuai Apresiasi dan Pujian


Bang Karman menjelaskan, rangkaian kegiatan ini dilakukan selama 2 hari hingga Senin (7/6).


"Setelah halal bihalal, dan besok ada seminar Internasional di Ponpes Nurul Hakim, secara Hybrid dan live di platforn media sosial," kata Bang Karman.


Menurut dia seminar nasional akan menghadirkan pembicara seperti Muhammad Syaroni Rofii, Ph.D (Dosen SKSG Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Alumni Marmara University Turki, Dr. Mohammad Mohiuddin (Mahi) -Founder Chairman, Global Philanthropic Planet (GPP) Foundation -Advisor, Islamic Economics Association, Kuwait University,  Tokoh Muda Palestina, CEO Palestinian Cultural Organization Malaysia  dan Dr. Ahmad musaddad, alumni NH, tinggal di Makkah.


Aktifis kepemudaan itu berharap acara Halal Bihalal dan seminar internasional ini dapat menambah ikatan kekerabatan sesama alumni Nurul Hakim.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Zulkieflimansyah dan Kapolda Iqbal yang sudah berkenan hadir dalam kegiatan Alumni Ponpes Nurul Hakim tersebut.


Sementara itu, dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah menyampaikan rasa bangganya kepada jajaran Ponpes Nurul Hakim, karena acara digelar dengan Prokes yang ketat.


"Kita sangat apresiasi atas penerapan Prokes di Ponpes Nurul Hakim ini," katanya.


Gubernur Zul melihat para alumni Ponpes Nurul Hakim sudah tersebar dimana-mana, dan sudah memiliki peran untuk memajukan ummat. 


Gubernur berharap ke depannya ada alumni dari Nurul Hakim yang menjadi kepala daerah, karena untuk anggota DPRD sudah ada. 


“Mudah-mudahan an nanti ada alumni Nurul Hakim jadi Bupati,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah.


Sementara itu, Kapolda Iqbal mengatakan, Ponpes Nurul Hakim adalah Ponpes yang paling taat dalam melaksanakan protokol kesehatan. 


“Ponpes Nurul Hakim yang paling taat Prokes,” kata Kapolda Iqbal.


Ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan dari semua pintu masuk sudah menerapkan Prokes, dan jumlah kehadiran para alumni juga dibatasi. Begitu juga di lokasi acara peserta menggunakan masker dan menjaga jarak, yang semua telah diatur oleh panitia pelaksana.


Irjen Iqbal berharap, melalui momentum halal bi halal ini bisa semakin memperkuat persaudaraan dan menjalin silaturahmi antar semua umat Islam. Sehingga bisa menciptakan kondusifitas daerah atau NTB yang aman dan tentram. 


“Kita sama-sama berdoa agar wilayah hukum NTB tetap kondusif,” harapnya.


Ponpes Nurul hakim kini sudah berusia 73 tahun, sejak resmi berdiri tahun 1948 silam. Dari awalnya luas lahan 6 are, kini sudah menjadi 9 hektar.


Di usia 73 tahun, lulusan Nurul Hakim juga sudah menyebar kemana-mana, bahkan sudah menyapa dunia. Karena tersebar di berbagai belahan dunia, seperti di Timur Tengah dan negara-negara di dunia lainnya.


Pimpinan Ponpes Nurul Hakim, TGH Muharar Mahfuz, mengatakan, jumlah santri dan mahasiswa Ponpes Nurul Hakim saat ini berjumlah lima ribuan lebih. Sehingga dalam setiap acara pastinya selalu ramai, karena semua santri dan mahasiswa hadir.


Namun dalam halal bi halal kali ini, panitia bisa mengatur dan membatasi. Para santri bisa mengikuti kegiatan dari ruang asrama mereka masing-masing, melalui saluran online yang sudah disiapkan.Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga Prokes dan untuk memutus penyebaran Covid-19.


“Karena Covid, kita harus mengatur kehadiran para alumni dan santri,” terangnya. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bang Karman : Kegiatan Sukses dengan Prokes !!

Trending Now

Iklan