Iklan BNS

Melalui Simfoni PPA,Wujudkan Satu Data Kekerasan Nasional

Ariyati Astini
Kamis, Agustus 12 | 18.56 WIB

 

Kepala DP3AP2KBProvinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin,MM saat membuka Pelatihan Sistem Pendataan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Melalui Simfoni PPA, Kamis (12/08/2021)

LOMBOK BARAT- Dalam upaya menurunkan angka kekerasan terhadap Perempuan Dan anak dibutuhkan data Yang akurat Dan lengkap. Terkait hal tersebut perlu tercapainya satu data Kekerasan Nasional melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan Dan anak (Simfoni PPA). Hal ini disampaikan oleh  Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin,MM saat membuka Pelatihan Sistem Pendataan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Melalui Simfoni PPA, Kamis (12/08/2021).


Menurutnya, Kekerasan terhadap perempuan dan anak kerap terjadi baik di ranah publik maupun rumah tangga, dan dapat terjadi kapan saja. Disampaikan Bunda Eni, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menghambat perempuan untuk berpartisipasi secara optimal dalam masyarakat, berakibat pada kesengsaraan secara fisik maupun psikologis.Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak telah menjadi prioritas di Indonesia. 


"Penanganan kekerasan menjadi satu dari tiga prioritas utama pembangunan pemberdayaan perempuan disamping penanganan perdagangan orang dan pemberdayaan ekonomi yang dikenal dengan Program Three Ends," ungkap perempuan yng disapa Bunda Eni ini.


Bunda Eni menambahkan gambaran yang utuh tentang kejadian dan bentuk kekerasan juga belum dapat dibuat secara akurat , Antara lain karena ketiadaan data tindak kekerasan di unit-unit pemberi layanan.


"Oleh Karena itu pemerintah daerah melalui DP3AP2KB NTB berupaya maksimal menyelenggarakan Pelatihan Simfoni PPA untuk mengakomodir data pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara online," tuturnya.


Pelatihan yang digelar selama dua hari ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 10 kabupaten kota yang merupakan operator aplikasi Simfoni PPA dan anggota satuan tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO). 


"Melalui kegiatan ini diharapkan setiap unit layanan dan pemberdayaan perempuan perlindungan anak di kabupaten kota akan melaksanakan sistem pencatatan dan pelaporan kasus  melalui aplikasi Simfoni PPA. Diharapkan akan dihasilkan data kekerasan secara cepat,akurat dan periodik yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam proses penyusunan kebijakan," harap Bunda Eni.


Sementara itu H. Abdul Sidik selaku narasumber mengungkapkan pelatihan aplikasi Simfoni dimulai dengan penginputan data,penghapusan data, edit data hingga pelaporan. 


"Semoga para peserta bisa menerapkan Di instansi masing-masing nantinya Dan dapat ditularkan ke teman-temannya Yang lain," imbuhnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Melalui Simfoni PPA,Wujudkan Satu Data Kekerasan Nasional

Trending Now

Iklan