Setahun Terakhir, UMKM di NTB Mall Mengalami Trend Meningkat

MandalikaPost.com
Selasa, Februari 08, 2022 | 13.51 WIB Last Updated 2022-02-08T05:51:24Z

Sekretaris Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti dan Manajer NTB Mall, Indah Purwati Ningsih.

MANDALIKAPOST.com - Jumlah pelaku UMKM yang bergabung di NTB Mall tercatat meningkat sepanjang setahun terakhir.


Manajer NTB Mall, Indah Purwati Ningsih mengatakan, hingga saat ini tercatat lebih dari 300 pelaku UMKM dengan 1.300 jenis produk bergabung di gerai NTB Mall, kawasan Dinas Perdagangan NTB, jalan Langko, Kota Mataram.


"Untuk yang offline di gerai NTB Mall ada lebih dari 300 pelaku UMKM dengan 1.300 produk. Tercatat meningkat," kata Indah.


Peningkatan signifikan juga terjadi pada sistem pemasaran onine melalui aplikasi e-commerce NTB Mall.


Menurut Indah, hingga saat ini tercatat lebih dari 3 ribu pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online NTB Mall dengan ribuan produk.


"Animo dari pelaku UMKM sangat bagus, dan melalui NTB Mall juga produk-produk UMKM NTB bisa lebih mudah dipromosikan dan dipasrkan dengan harga yang bersaing," kata Indah.


Selain beragam produk UMKM, di NTB Mall juga tersedia Pojok Kopi. Mini coffeeshop ini bisa menjadi alternatif untuk tempat nongkrong sambil menikmati beragam Kopi, minuman tradisional, dan jajanan khas NTB. 


Beragram produk UMKM di NTB Mall.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, tantangan ke depan NTB Mall adalah bagaimana bisa bersaing dengan pasar dan e-commerce lainnya.


"Tahun ini sedang kita upayakan agar NTB Mall ini memiliki Badan Usaha dan NIB, sehingga bisa bersaing dengan pasar lainnya," kata Nelly.


Dijelaskan, NTB Mall yang pertama kali dilaunching pada Desember 2020 silam merupakan program Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan. Tujuan program adalah sebagai sarana edukasi dan pembinaan pelaku UMKM di NTB baik Lombok dan Sumbawa.


BACA JUGA : NTB Mall Tingkatkan Pemasaran Digital UMKM


Hal ini dilakukan untuk mendukung program industrialisasi dimana produk UMKM yang tadinya diproduksi tradisional home industry untuk didorong leboh modern.


"Jadi yang tadinya home indsutry kita tingkatkan lebih modern baik pengolahan, kemasan, hingga sistem pemasarannya," katanya.  


Melihat perkembangan dalam setahun berjalan, mulai nampak peluang NTB Mall dikembangkan lebih optimal lagi.


"Dulu kan ada kesan produk UMKM itu susah dicari dan mahal. Tetapi dengan NTB Mall ini masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan produk UMKM NTB dengan harga yang bersaing," katanya.


Menurut Nelly, NTB sebagai daerah destinasi wisata unggulan nasional juga bisa lebih mudah mempromosikan dan memasarkan produk UMKM melalui NTB Mall ini.


"Jadi tamu yang datang ke Lombok bisa membeli bawang goreng Bima, atau Kopi Sumbawa melalui NTB Mall ini. Karena ini semacam etalase UMKM kita," katanya.


Bagi para pelaku UMKM, bisa bergabung di NTB Mall adalah sebuah kemudahan sekaligus kebanggan.


H Ahmad Sanusi misalnya. Pelaku UMKM untuk produk Tortila dan Sambal Cengeh Lombok ini mengaku pemasaran produknya cukup terbantu dengan NTB Mall.


"Terutama di saat awal pandemi ya. Itu pemasaran sulit sekali, tetapi alhamdullilah lewat NTB Mall bisa kembali meningkat penjualan," katanya.


Menurutnya, selain melalui aplikasi online NTB Mall, produk tortila dan sambal cengeh Lombok juga ia pasarkan di gerai NTB Mall.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Setahun Terakhir, UMKM di NTB Mall Mengalami Trend Meningkat

Trending Now