Iklan BNS

Pemuda NWDI Mataram Kecam Aksi Hina Gubernur NTB, Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku

MandalikaPost.com
Selasa, Juni 14, 2022 | 20.43 WIB

Unjukrasa Persatuan Usaha Untuk Demokrasi (PPUK) yabg diduga melakukan penghinaan terhadap Gubernur NTB.


MANDALIKAPOST.com - Aksi unjukrasa massa yang menamakan diri Persatuan Usaha Untuk Demokrasi (PPUK) di depan Kantor Gubernur NTB, berujung kritik dan tanggapan tak simpatik dari berbagai elemen.


Pasalnya, orasi-orasi yang disampaikan berbau hujatan dan hinaan dengan kata-kata kasar yang ditujukan pada Gubenur NTB.


Ketua Pemuda NWDI Kota Mataram, Budi Satria mengecam orator yang melakukan aksi didepan kantor Gubernur NTB.


"Kami kecam keras aksi itu, apalagi orator tersebut menyampaikan kata-kata yang tidak pantas, bahkan menyebut nama binatang kepada orang nomor satu di provinsi NTB tersebut. Penting juga ingat sopan santun dalam menyampaikan aspirasi. Jangan malah karena kurang beretika menjadikan aksi hilang makna yang akan disampaikan," tegas Budi, Selasa malam 14 Juni 2022.


Ketua NWDI Kota Mataram, Budi Satria.

Budi menegaskan, menyampaikan pendapat di depan umum sudah di atur dalam undang-undang.


"Silahkan sampaikan dengan cara-cara yang baik," ungkap Budi.


Aksi orator masa PPUK terekam kamera. Videonya juga tersebar viral di media sosial. Unjukrasa yang menuntut terkait dugaan kriminalisasi Koperasi Serba Usaha (KSU) Rinjani itu, terekam ortaor menyebut Gubernur NTB dengan hinaan dan makian yang sangat kasar.


"Atas nama kemanusiaan, tidak pantas masa aksi menghina bahkan menyinggung pribadi Gubernur. Yang disampaikan penghinaan semua, tuntutan aksi tidak ada, semuanya murni karena kebencian," tambah Pria asal Mataram tersebut.


Budi mengatakan, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah selama ini sangat terbuka dengan kritik ataupun masukan yang diberikan oleh masyarakat. Bahkan tak jarang, Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut menanggapinya melalui sosial media miliknya.


"Gubernur kita kan sangat terbuka, beberapa kali kritikan dijawab langsung lewat Sosmed," tambah Aktifis kota Mataram ini.


Sebagai Masyarakat kota dan aktifis, Budi mengimbau orator aksi tersebut untuk banyak-banyak belajar.


Ia juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini karena bisa berdampak buruk.


"Terutama dalam menjaga adab dan menghargai pemimpin," tukasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemuda NWDI Mataram Kecam Aksi Hina Gubernur NTB, Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku

Trending Now

Iklan