Wabah PMK Semakin Meluas, NTB Kekurangan Obat-obatan

Ariyati Astini
Senin, Juni 06, 2022 | 18.45 WIB Last Updated 2022-06-06T10:45:57Z
Kepala Disnakeswan Provinsi NTB drh. Khairul Akbar,





MATARAM - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Pulau Lombok semakin meluas. Hal ini membuat peternak kelimpungan karena hewan ternak yang terjangkit PMK tidak sebanding dengan ketersediaan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit yang menjangkiti hewan ternak.

Sehingga banyak peternak menjual sapinya dengan harga murah karena takut merugi. Minimnya obat-obatan  untuk mengobati PMK  yang  menjangkiti  hewan  ternak  di Pulau Lombok membuat para peternak kelimpungan. Pemprov  NTB  melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) memberikan solusi kepada peternak untuk menggunakan obat herbal .

Kepala Disnakeswan Provinsi NTB drh. Khairul Akbar, Senin (6/6/2022) mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait di kabupaten/kota. Namun diakuinya, obat-obatan sangat terbatas. 

Sehingga tidak bisa maksimal melakukan pengobatan terhadap ternak yang terjangkit PMK. Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan dinas terkait di kabupaten/kota, ditemukan obat  herbal yang nantinya akan disebar ke masyarakat setelah sosialisasi.

Berdasarkan data Disnakeswan Provinsi NTB, sebabyak 17.917 ternak terjangkit PMK di Pulau Lombok. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.984 ekor telah sembuh, 87 ekor dipotong paksa dan ternak yang mati akibat PMK sebanyak 8 ekor.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wabah PMK Semakin Meluas, NTB Kekurangan Obat-obatan

Trending Now