Emas Hijau Bisa Meningkatkan Ekonomi Warga Di Kaki Rinjani

Rosyidin
Kamis, Desember 15, 2022 | 17.29 WIB Last Updated 2022-12-15T10:11:26Z

Amaq Zul memantau perkembangan vanili di green house miliknya. (Foto: Istimewa/MP).


MANDALIKAPOST.com - Sorga kecil di kaki Gunung Rinjani yang ikonik memang pantas disematkan untuk Sembalun. Dataran tinggi yang bikin rindu ini berda di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat tidak hanya dikenal dengan indahnya perbukitan dan hijaunya pepohonan serta  udaranya yang sejuk sehingga keindahannya cukup memikat banyak orang lebih lama tinggal dibuatnya.


Bahkan tak salah Sembalun juga dijuluki istana atas awan atau negeri atas awan. Tak hanya alam, daerah dengan ketinggian 1180 Mdpl ini, menyimpan banyak destinasi alam maupun buatan. Di lain sisi, masyarakatnya yang mayoritas petani semakin menguatkan pesona suasana pedesaan di wilayah setempat.


Selain itu yang tak kalah penting, Sembalun menjadi salah satu daerah tersubur di Kabupaten Lombok Timur dan penyuplai sayur mayur di NTB. Bukan itu saja berbagai jenis tanaman di tempat ini bisa tumbuh dengan baik salah satunya vanili menjadi pilihan tepat para petani setempat.


Di wilayah tersebut terdapat lokasi tempat tanam vanili atau budidaya vanili bisa tumbuh subur dengan baik. Seperti halnya di Dusun Sajang Lauk, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun.


Petani yang terletak disebelah utara kaki Gunung Rinjani ini, memilih membudidaya tanaman vanili jenis Latin Vanilla Planifolia. selain harganya yang cukup menjanjikan juga bisa menjadi edukasi bagi masyarakat dan salah satu destinasi wisata pilihan bagi pengunjung. 


"Saya mulai budidayakan vanili ini sejak awal tahun 2020 lalu," kata Supni Hardi, salah seorang petani vanili, Selasa kemarin (13/12).


Supi menceritakan, ia bersama anggota keluarganya hanya menyediakan lahan. Sedangkan modal untuk pembuatan green hause dan bibit dari seseorang, kendati demikian ia enggan menyebut orang yang dimaksud.


Ia fokus membudidayakan vanili ini bersama keluarganya sejak ada yang memberikannya modal. "Kami hanya menyediakan lahan, untuk modal bibit dan yang lainnya dari sesorang," ujarnya sambil tersenyum.


Tanaman ini, kata pria yang akrab disapa Amaq Zul tidak hanya di bisa di dalam green house, namun juga bisa ditempat terbuka seperti di pekarangan rumahnya.


Bukan hanya itu, menurutnya vanili tidak hanya membutuhkan halaman yang luas. Jika ingin produksi dalam jumlah banyak maka harus membuat rumah hijau atau di lahan terbuka.


"Kalau kita ingin produksi banyak, harus membuat green house selain hasilnya panennya bagus juga kualitasnya terjaga," pungkasnya.


Dalam hal perawatan, lanjut Amaq Zul tanaman satu ini tidak mengandalkan bahan-bahan kimia. Hal ini guna menjaga kualitas vanili tetap baik dan alami.


"Jika sudah tumbuh, disiram secukupnya dan diawasi dari serangan hama. seperti ulat, ya tinggal kita singkirkan menggunakan tangan," katanya.

Belakangan ini, kegemaran warga Sajang membudidayakan vanili itu dilatarbelakangi sejumlah faktor. Pertama, letak geografis Dusun Sajang, yang berada di ketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut (mdpl). Hal ini memungkinkan vanili bisa tumbuh subur di sana.


Kedua, faktor ekonomi, sebab harga jual komoditas itu disebutnya hanya hasilnya begitu menggiurkan meski bisa panen setahun sekali ini.


"Itulah sebabnya vanili ini dijuluki emas hijau memiliki harga jual yang tinggi, vanili basah bisa dijual antara Rp 300-500 ribu per kg. Sedangkan vanili kering, bisa dijual hingga Rp 5 juta per kg-nya," beber Amaq Zul.


Belakangan diketahui, kawasan green house seluas 30 Ha, dengan sumber benih 4,5 Ha ini dikembangkan menjadi kawasan agro wisata. Pengunjun bisa masuk dan belajar tentang budidaya atau sekedar berswafoto.


Pengunjung bmerogoh isi dompet hanya Rp5000 (lima ribu). Nanti akan diberikan edukasi budidaya mulai dari benih, cara penanaman, perawatan, hingga pengawinan bunga secara manual agar berbuah.


"Selain melihat perkebunan vanili, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam yang berlatar belakang Gunung Rinjani, wisata gelemping, bukit pemedengan dan Air Terjun Mangku Sakti," tuturnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Emas Hijau Bisa Meningkatkan Ekonomi Warga Di Kaki Rinjani

Trending Now