Co-Firing di NTB Tahun 2022 Hasilkan 4,2 GWh Listrik Bersih

Selasa, Januari 31, 2023 | 14.43 WIB Last Updated 2023-01-31T06:43:13Z


Pekerja mengumpulkan serbuk kayu yang akan dijadikan sebagai substitusi bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Selasa (31/1/2023).


PLN NTB terus menggencarkan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar subtitusi, baik sebagian ataupun seluruhnya, dari batubara yang digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Teknologi yang disebut co-firing tersebut dilakukan PLN untuk bisa menekan emisi karbon sekaligus turut menyukseskan pencanangan Net Zero Emission tahun 2050 di NTB.



Program co-firing PLN di tahun 2022 mampu memproduksi energi bersih sebesar 4.205 MWh dengan memanfaatkan biomassa sebanyak 5.923 ton. Angka ini mengalami kenaikan yang signifikan bila dibandingkan dengan penggunaan co-firing di tahun 2021 sebesar 2.139 ton yang menghasilkan 1.596 MWh. 


Adapun jenis co firing yang digunakan adalah sampah yang telah diolah menjadi Solid Recovered Fuel, sekam padi, serbuk kayu, bonggol jagung dan juga serpihan atau potongan kayu (woodchip).


 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Co-Firing di NTB Tahun 2022 Hasilkan 4,2 GWh Listrik Bersih

Trending Now