Disdag NTB Himbau Petani Tak Jual Gabah Ke Luar Daerah

Ariyati Astini
Kamis, Maret 30, 2023 | 19.32 WIB Last Updated 2023-03-30T11:32:16Z

 


Para Petani Saat Memanen Padi (Ist)






MANDALIKAPOST.com-Memasuki panen raya kedua, para petani di Nusa Tenggara Barat (NTB) diimbau untuk tidak menjual gabah serta berasnya ke luar daerah. Pasalnya, saat ini NTB sedang mengalami kekurangan beras dan menjadi salah satu penyumbang inflasi di NTB mencapai 6,30 persen.


“Harapan kami panen kedua kita bisa tahan jadi gabah jangan keluar dulu,” Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarty, Kamis (30/3/2023).


Nelly mengungkapkan, minimnya ketersedian beras di NTB disebabkan para petani ramai-ramai menjual berasnya ke luar daerah saat panen raya pertama. Untuk mencegah hal tersebut, para petani diharapkan tidak menjual berasnya agar ketersedian beras di NTB terpenuhi.


“Kami berharap dengan pembatasan ini kita penuhi dulu Bulog, kalua Bulog sudah penih boleh keluar supaya harga kita stabil,” ungkapnya.


“Nanti kalau ada pasca panen sekian bulan kedepan itu kita ada kenaikan kita bisa minta tolong Bulog mengeluarkan stoknya kayak kemarin,” imbuhnya.


Ia menjelaskan, para petani menjual gabahnya ke luar daerah karena harga gabah di Pulau Jawa lebih mahal. Selain itu, panen raya pertama di NTB lebih dulu daripada Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengeluarkan Harga Eceran Tertinggi (HET).


“Memang Bapanas sudah mengeluarkan HETnya itu di bulan Maret sementara kita panen raya Februari itu yang kemarin membuat petani kita sedikit lost kenapa gabah kita keluar,” jelasnya.


Untuk mencegah gabah keluar daerah, pemerintah dalam minggu ini akan mengeluarkan peraturan gubernur. Harapannya melalui upaya ini inflasi di NTB bisa tekan seminimal mungkin.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Disdag NTB Himbau Petani Tak Jual Gabah Ke Luar Daerah

Trending Now