Genjot PAD Lewat Riset dan Inovasi, Pemkab Lombok Timur Transformasi Bappeda Jadi Bapperida

Rosyidin S
Jumat, November 14, 2025 | 08.11 WIB Last Updated 2025-11-14T00:11:23Z
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh Edwin Hadiwijaya menerima langsung kunjungan Kepala Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko di Selong, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah dengan mengubah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).


Langkah transformasi kelembagaan ini diambil sebagai upaya serius untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang berbasis data, riset, dan inovasi.


Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menyatakan bahwa proses pembentukan Bapperida saat ini tengah dimatangkan. Pembentukan ini ditargetkan terealisasi pada tahun 2026.


"Proses pembentukan Bapperida saat ini tengah dimatangkan oleh Bagian Hukum Pemda melalui mekanisme Proyeksi Legislasi Daerah (Prolegda) dan ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2026," ujar Edwin Hadiwijaya, Kamis (13/11) kemarin.


Menurut Wabup, keberadaan Bapperida sangat penting untuk memberikan keleluasaan bagi daerah dalam berkolaborasi lebih luas dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta lembaga riset lainnya.


Edwin menegaskan bahwa sektor riset dan inovasi selama ini belum tergarap secara maksimal. Meskipun kerja sama telah terjalin, anggaran riset yang dijadikan dasar pengambilan kebijakan masih terbatas.


“Kita akan fokus di situ, sehingga riset yang kita lakukan dapat membawa perubahan signifikan terhadap peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.


Selain fokus pada penguatan riset, Pemkab Lombok Timur juga terus memperkuat program pemberdayaan di tingkat desa, terutama di sektor ketahanan pangan melalui BUMDes dan Koperasi Merah Putih. Sektor pariwisata juga menjadi prioritas karena dinilai memiliki multiplier effect yang besar bagi perekonomian lokal.


Langkah Pemkab Lombok Timur ini disambut baik oleh BRIN. Kepala Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko, menjelaskan kunjungannya ke Lombok Timur bertujuan menjalin kolaborasi riset.


BRIN saat ini tengah mendorong pengembangan Science Techno Park (STP) di berbagai daerah, termasuk Lombok Timur, sebagai pusat inovasi yang berbasis pada potensi lokal.


Mardyanto Wahyu mengatakan, Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan riset pariwisata di NTB, tidak hanya di Mandalika, tetapi juga di banyak destinasi lain yang menjanjikan di Lombok Timur.


Meski demikian, ia menyoroti bahwa pengembangan sektor pariwisata di Lombok Timur masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengelolaan sampah dan penguatan isu fundamental lainnya.


Kehadiran BRIN diharapkan dapat memastikan setiap solusi yang diambil didasarkan pada riset yang kredibel dan inovatif, terutama dalam mendukung sektor pariwisata berkelanjutan di Lombok Timur agar dapat berkontribusi nyata bagi PAD dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Genjot PAD Lewat Riset dan Inovasi, Pemkab Lombok Timur Transformasi Bappeda Jadi Bapperida

Trending Now