Percepat Penurunan Stunting, Lombok Timur Andalkan Program Quick Wins dan Inovasi Lokal Juber Genting

Rosyidin S
Rabu, November 12, 2025 | 19.39 WIB Last Updated 2025-11-12T11:39:07Z
Antusias para peserta rapat koordinasi mendengarkan pemaparan dari Kemendugbangga Perwakilan BKKBN NTB, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, melalui OPDKB, menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) se-Kabupaten Lombok Timur, berlangsung di Pendopo Bupati pada Rabu (12/11).


Rapat ini bertujuan menyosialisasikan program prioritas nasional 'Quick Wins', yang berfokus pada percepatan penurunan stunting melalui berbagai program inovatif.


Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang program 'Quick Wins' yang diluncurkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta BKKBN.


Kemendugbangga Perwakilan BKKBN NTB, Johari Efendi, dalam arahannya menjelaskan bahwa 'Quick Wins' mencakup lima program utama. Dua di antaranya adalah Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).


Program 'Genting' sendiri merupakan branding dari gerakan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang telah lebih dulu diinisiasi dan berkembang pesat di Lombok Timur.


Johari Efendi memberikan apresiasi khusus terhadap komitmen Lombok Timur dalam mengadaptasi program tersebut.


"Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu daerah yang aktif mengembangkan berbagai inovasi dalam gerakan tersebut," terangnya.


Salah satu inovasi unggulan yang menjadi sorotan adalah 'Juber Genting' (Jumat Berkah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini rutin dilaksanakan setiap Jumat dengan dukungan penuh dari Wakil Bupati Lombok Timur yang kerap hadir langsung di lapangan.


"Melalui Juber Genting, berbagai bantuan diberikan, mulai dari paket nutrisi berupa telur, sayuran, hingga buah-buahan, sebagai bentuk upaya menekan angka stunting di Lotim," ujar Johari.


Johari menambahkan, penanganan stunting di Lombok Timur sangat krusial karena wilayah ini menjadi tolok ukur pembangunan di provinsi NTB.


"Lombok Timur menjadi daerah dengan populasi hampir sepertiga jumlah penduduk di Nusa Tenggara Barat, sehingga menjadi barometer kemajuan pembangunan di provinsi ini, termasuk dalam penanganan stunting," paparnya.


Meskipun diakui masih menghadapi tantangan tingginya angka stunting, kolaborasi antara pemerintah daerah, OPD, masyarakat, dan para orang tua asuh terus digalakkan melalui intervensi spesifik dan sensitif.


Sementara itu, Kepala DP3KB Lombok Timur dalam pertemuan tersebut mengakui bahwa ada program lain yang belum berjalan optimal. Pihaknya menyoroti program MBG yang dinilai masih banyak tidak tersentuh.


"Untuk itu di tahun 2026 akan dimaksimalkan, karena program MBG dinilai dapat ikut serta dalam menekan angka stunting di semua wilayah," pungkasnya, menggarisbawahi rencana penguatan program tersebut di masa mendatang.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Percepat Penurunan Stunting, Lombok Timur Andalkan Program Quick Wins dan Inovasi Lokal Juber Genting

Trending Now