![]() |
Dakwah: Antusias para santri Lapas Kelas IIB Selong mengikuti kajian Islam oleh Ustadz Abdulloh Husni, Lc di Mushala Lapas, (Foto: Istimewa/MP). |
Kegiatan kajian kali ini menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren As-Sunnah Lombok Timur, Ustadz Abdulloh Husni, Lc, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Ustadz Abdulloh mengulas secara mendalam makna keislaman, khususnya pemahaman terhadap kalimat syahadat sebagai pondasi utama seorang muslim.
Menurutnya, kalimat syahadat bukan sekadar ucapan lisan, tetapi harus dipahami, diyakini, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu dan kajian Islam itu adalah makanan bagi ruh. Ia menghidupkan hati, menenangkan jiwa, dan menguatkan iman seseorang dalam menjalani kehidupan,” ujar Ustadz Abdulloh Husni di hadapan para Santri Lapas Selong.
Ia juga menekankan bahwa pemahaman yang benar terhadap syahadat akan membentuk sikap hidup yang lurus, penuh kesadaran, dan bertanggung jawab, termasuk dalam proses memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Para Santri tampak antusias mengikuti materi, aktif menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri, serta terlibat dalam diskusi ringan seputar praktik keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa Santri bahkan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan pemahaman mereka.
Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan pembinaan keagamaan tersebut. Ia menegaskan bahwa kajian Islam menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan mental para Santri Lapas.
“Kami sengaja menyebut WBP sebagai Santri, karena kami ingin membangun mindset bahwa mereka adalah orang-orang yang sedang menuntut ilmu dan memperbaiki diri,” kata Sudirman.
Menurutnya, perubahan pola pikir merupakan langkah awal yang penting agar para Santri mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih positif dan bermakna.
“Harapan kami, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka membawa bekal akhlak yang lebih baik, pemahaman agama yang lebih kuat, serta kesadaran untuk hidup lebih bertanggung jawab,” tambahnya.
Melalui kegiatan kajian Islam yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Selong berharap pembinaan mental dan spiritual para Santri semakin kokoh. Hal ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk individu yang sadar akan kesalahan, mampu memperbaiki diri, dan siap kembali menjadi bagian yang bermanfaat di tengah masyarakat.

