![]() |
| Rakor: Rapat Koordinasi sinergitas Opsen PKB dan BBN-KB, (Foto: Istimewa/MP). |
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biayaa Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Selong, Kamis (18/12).
Dalam arahannya, Wabup Edwin menyoroti dinamika kebijakan politik keuangan pusat yang kerap berdampak pada postur APBD. Menurutnya, penguatan fiskal secara mandiri melalui PAD kini menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.
"Sinergitas ini penting untuk menghilangkan ego sektoral. Kita harus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada baik SDM, potensi wilayah, maupun anggaran yang dikelola dengan tata kelola pemerintahan yang baik," tegas Edwin di hadapan para peserta Rakor.
Ia juga menekankan bahwa setiap perencanaan pembangunan dan keuangan di masa depan harus berpijak pada data yang valid agar penggunaan anggaran tepat sasaran.
Meski target PAD tahun 2025 dipatok sebesar Rp557 miliar, pemerintah daerah mencatat adanya selisih (gap) sekitar Rp12 miliar untuk mencapai target 100 persen. Namun, optimisme besar muncul dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Kepala Bapenda Lombok Timur, Muksin, melaporkan bahwa kebijakan Opsen PKB dan BBNKB yang mulai efektif per 5 Januari 2025 telah menunjukkan performa yang luar biasa. Dari target sebesar Rp77,2 miliar, realisasinya berhasil menembus angka Rp83,6 miliar atau mencapai 108 persen.
"PAD dari Opsen ini merupakan penyumbang terbesar. Kita perlu terus melakukan penguatan bersama agar capaian ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun 2026," ungkap Muksin.
Untuk mengawal target tahun 2026, Bapenda telah menyiapkan sistem jaringan yang terintegrasi langsung dengan Samsat di 21 kecamatan. Muksin berharap Rakor ini menjadi wadah konkret bagi para Camat sebagai garda terdepan untuk melakukan sosialisasi di tingkat akar rumput.
"Rakor ini bukan sekadar seremonial, tapi sarana membangun komitmen. Saya ingin peran Badan Perencanaan Daerah diperkuat untuk memastikan efektivitas program di masa mendatang," pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Bapenda Provinsi NTB, Kepala UPT Samsat Lotim, Jasa Raharja, serta jajaran Camat se-Kabupaten Lombok Timur. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi daerah di tahun-tahun mendatang.

