Rinjani 100 Sukses Digelar Antara Prestasi, Kritik Pelayanan, dan Harapan Pelibatan Lokal

Rosyidin S
Kamis, Mei 07, 2026 | 23.28 WIB Last Updated 2026-05-07T15:28:26Z
Start: Detik-detik pelepasan ribuan peserta lari Rinjani 100 di Sembalun belum lama ini, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Perhelatan lari lintas alam internasional, Rinjani 100 Ultra, baru saja usai dilaksanakan. Meski sukses mendatangkan ribuan pelari dari berbagai belahan dunia, ajang tahunan ini menyisakan sejumlah catatan kritis dan pekerjaan rumah (PR) bagi pihak penyelenggara (Event Organizer).


Pemerhati pariwisata Sembalun, Royal Sembahulun, menyoroti adanya keluhan dari sejumlah peserta terkait ketersediaan logistik di titik-titik krusial, terutama di kategori 60 km dan 100 km. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan tajam adalah pos di kawasan Danau Segara Anak.


"Teman-teman dan peserta mengeluhkan terkait pelayanan Water Station (WS). Kami mendapat informasi bahwa di titik tertentu seperti danau, hampir 100 persen tamu mengeluh karena tidak ada makanan. Padahal ini adalah bisnis, bukan kegiatan sosial, jadi pelayanan maksimal adalah kewajiban," ujar Royal saat dikonfirmasi di Sembalun, Kamis (7/5).


Royal menambahkan, kekurangan logistik tersebut sangat riskan bagi keselamatan pelari yang membutuhkan energi besar untuk menaklukkan medan Rinjani. Bahkan, ia menyebut sempat ada laporan peserta yang terpaksa diberikan nasi oleh petugas Taman Nasional (TNGR) karena kehabisan pasokan energi.


"Kita tidak ingin ada peserta yang lemas atau kecelakaan karena kekurangan asupan. Kami berharap panitia benar-benar menjalankan event ini tanpa alasan memangkas anggaran untuk pelayanan prinsipil seperti ini," tegasnya.


Selain masalah logistik, isu pelibatan masyarakat lokal juga menjadi sorotan. Royal Sembahulun menyarankan agar tokoh dan masyarakat lokal tidak hanya dijadikan pekerja atau buruh lapangan, tetapi dilibatkan sejak tahap perencanaan dan rapat teknis.


"Kami ingin teman-teman lokal diajak bicara, minimal seminggu sebelumnya, untuk memberi masukan teknis lapangan. Mereka yang paling paham medan dan berhadapan langsung dengan tamu," kata Royal.


Menanggapi kritik tersebut, Race Director Rinjani 100 Ultra, Dian R. Sukmara, memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, seluruh informasi mengenai letak pos dan jenis logistik yang disediakan sudah tercantum secara detail dalam Race Guide dan disampaikan saat Technical Meeting.


"Terkait di danau memang tidak ada Water Station (WS) di sana, dan itu sudah kita sampaikan. Permasalahannya adalah apakah informasi tersebut sampai ke peserta atau harapan peserta yang tidak sesuai dengan apa yang kami sampaikan. Kami sangat berharap peserta lebih teliti membaca panduan," jelas Dian.


Mengenai keluhan ketiadaan nasi di beberapa titik, Dian menjelaskan bahwa pihaknya harus menyelaraskan operasional dengan aturan ketat di kawasan Taman Nasional, terutama terkait pengurangan sampah makanan kemasan. Sebagai gantinya, panitia menyediakan alternatif karbohidrat lain.


"Kami mengganti nasi dengan kentang, telur, dan bakso. Memasak nasi dalam jumlah besar di atas gunung memiliki risiko teknis dan higienitas yang berdampak pada kesehatan pelari. Kami mencari formula yang paling aman dan praktis di lapangan," tambahnya.


Di sisi lain, Dian R. Sukmara menegaskan bahwa Rinjani 100 sejauh ini sangat terbuka dan telah menyerap tenaga kerja lokal hingga 80 persen. Ia juga mengklaim telah memberdayakan UMKM Sembalun untuk penyediaan konsumsi seperti roti dan brownies.


"Saya sangat terbuka. Bahkan saya menawarkan kepada pengelola bukit-bukit untuk mendesain apa yang mereka butuhkan agar kita bisa fasilitasi. Kami ingin event ini menjadi kolaborasi antar stakeholder, baik pemerintah provinsi, Daerah Lombok Timur, maupun kecamatan, agar dampaknya lebih merata di berbagai titik seperti di rest area atau Pusat Informasi Geopark Rinjani," pungkas Dian.


Meski dihujani kritik, semua pihak sepakat bahwa Rinjani 100 memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan, terutama pada tingkat keterhunian penginapan di Sembalun yang mencapai kapasitas penuh selama acara berlangsung. Sinergi dan evaluasi mendalam diharapkan mampu membawa ajang ini menjadi lebih baik di tahun-tahun mendatang.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rinjani 100 Sukses Digelar Antara Prestasi, Kritik Pelayanan, dan Harapan Pelibatan Lokal

Trending Now