Pertarungan Pelari Elit Dunia di Rinjani 100: Misi Menaklukkan Puncak dan Memecahkan Rekor

Rosyidin S
Jumat, Mei 01, 2026 | 19.20 WIB Last Updated 2026-05-01T11:20:51Z
Start: Pelepasan peserta lomba lari Rinjani 100 di pantai Pekendangan, Lombok Timur, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Ajang lari lintas alam (ultra-trail) paling bergengsi di Indonesia, Rinjani 100, kembali digelar dengan daya tarik utama pada kategori ekstrem 162K. Kategori jarak terjauh ini resmi menjadi panggung bagi para pelari elit kelas dunia yang siap menguji batas kemampuan fisik dan mental mereka di medan terjal Gunung Rinjani.


Sebanyak 182 pelari dari berbagai belahan dunia tercatat mengikuti kategori ini. Nama-nama besar di sirkuit lari trail internasional turut memeriahkan persaingan, di antaranya Sange Sherpa, Gediminas Grinius, Zairan Li, Hieu Nguyen Si, hingga pelari putri kenamaan Man Yee Cheung.


Para peserta ditantang untuk menyelesaikan rute sepanjang 162 kilometer dengan batas waktu (cut-off time) yang sangat ketat, yakni 55 jam. Rute ini memulai titik start dari pesisir Pantai Pekendangan, Desa Belanting, sebelum akhirnya memaksa pelari menanjak ke deretan buit ikonik seperti Anak Dara, Sempana, dan Nanggi.


Puncak tantangan berada pada pendakian menuju Puncak Gunung Rinjani via Pelawangan Sembalun, diikuti teknisnya jalur Danau Segara Anak, Senaru, dan Torean, sebelum akhirnya kembali ke titik finis di Hotel Nusantara.


Race Director FoneSport, Dian Sukmara, menyatakan bahwa tingginya partisipasi atlet profesional tahun ini menunjukkan reputasi Rinjani 100 yang semakin diakui di level global.


"Tentunya antusiasme pelari untuk kategori 162 K ini lebih banyak. Banyak pelari elit yang masuk ke kategori ini," ujar Dian saat ditemui usai prosesi flag-of, Jumat (1/5/2026).


Salah satu sorotan utama tertuju pada pelari asal Nepal, Sange Sherpa. Sebagai pemegang rekor sebelumnya, kehadirannya tahun ini mengusung misi khusus untuk melampaui catatan waktunya sendiri.


"Kita ada cut-off time-nya yaitu 55 jam. Artinya batas waktu terakhir peserta masuk itu dikatakan finish 55 jam. Tapi tentunya beberapa pelari punya catatan waktu yang bagus seperti Sange Sherpa, dia punya record, mungkin rekornya nanti kurang lebih 40 jam. Tahun ini dia kembali berupaya memecahkan rekornya itu," terang Dian.


Penyelenggara berharap kehadiran para atlet elit ini tidak hanya meningkatkan gengsi kompetisi, tetapi juga menjadi katalisator bagi perkembangan olahraga lari trail di Indonesia. Medan Rinjani yang dikenal dengan elevasi curam dan cuaca yang tidak menentu diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru di masa depan.


"Kategori 162 ini cukup menantang. Harapan kita peserta lain juga nanti tahun berikutnya termotivasi atau tertarik untuk mengikuti lomba yang kategori 162 ini," tutup Dian.


Dengan total jarak yang fantastis dan akumulasi kenaikan elevasi yang ekstrem, Rinjani 100 kategori 162 K tetap mengukuhkan posisinya sebagai salah satu balapan lari lintas alam paling brutal sekaligus indah di Asia Tenggara.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pertarungan Pelari Elit Dunia di Rinjani 100: Misi Menaklukkan Puncak dan Memecahkan Rekor

Trending Now