Kecewa Janji Palsu Pemkab Lotim, Aliansi Pemuda Sambelia Boikot Event Rinjani 100

Rosyidin S
Senin, April 27, 2026 | 23.34 WIB Last Updated 2026-04-27T15:34:33Z
Ilustrasi: Pamflet penolakan event Rinjani 100 oleh Aliansi Pemuda Sambelia, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Rencana penyelenggaraan ajang lari lintas alam ekstrem, Rinjani 100 Ultra, mendapat penolakan keras dari warga setempat. Padahal, event yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 1-3 Mei 2026 tersebut direncanakan melakukan prosesi start dari Pantai Pekendangan, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.


Aliansi Pemuda Sambelia (APS) secara terbuka menyatakan boikot (penolakan) terhadap event bergengsi tersebut sebagai bentuk protes atas janji-janji pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang tak kunjung terealisasi.


Ketua Aliansi Pemuda Sambelia, Lalu Rohyadi, mengungkapkan bahwa kemarahan warga dipicu oleh pengabaian komitmen yang pernah disampaikan langsung oleh pimpinan daerah melalui Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya setahun silam.


Menurutnya, pemuda dan tokoh masyarakat sebelumnya telah menghadap Wakil Bupati Lombok Timur untuk meminta pembangunan fasilitas dasar di area tersebut guna mendukung status event internasional yang rutin digelar tiap tahun.


"Tahun lalu kami bersama beberapa tokoh, termasuk Camat dan Kepala Desa, menghadap Wakil Bupati di Pendopo. Kami hanya minta hal mendasar. Seperti toilet (WC), penataan lapak pedagang lokal, dan tempat ibadah. Malu kita gelar event internasional tapi fasilitasnya tidak ada," tegas Lalu Rohyadi saat dikonfirmasi via telepon, Senin (27/4).


Rohyadi menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai hanya memberikan harapan palsu (PHP). Padahal, saat pertemuan tersebut, pemerintah daerah menjanjikan bahwa pengerjaan fasilitas pendukung akan dilakukan pada tahun anggaran 2026. Namun, hingga hitungan hari menjelang event dimulai, lokasi di Pantai Pekendangan tetap tak tersentuh pembangunan.


"Saat itu Wakil Bupati dengan tegas meyakinkan kami bahwa tahun depan akan dikerjakan (tahun ini-red). Kami percaya saja, tapi faktanya tahun ini tidak ada apa-apa yang direalisasikan. Kami di-PHP," cetusnya dengan nada kecewa.


Lebih lanjut, Aliansi Pemuda Sambelia merasa wilayah mereka hanya dijadikan tempat numpang lewat tanpa memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. Ia membandingkan perputaran uang yang masif di wilayah Sembalun, sementara Sambelia hanya mendapatkan sisa-sisa kegiatan.

Pose: Wakil Bupati Lombok Timur. H. Moh Edwin Hadiwijaya saat menerima Camat dan tokoh masyarakat Sembelia di Pendopo tahun lalu, (Foto: Istimewa/MP).

"Dampak dari acara ini tidak kami rasakan. Dimana kecamatan lain mendapatkan dagingnya, kita di Sambelia hanya dapat sampahnya saja," lanjutnya.


Terkait aksi boikot, Rohyadi menegaskan bahwa gerakan ini adalah cara terakhir agar suara masyarakat didengar. Meski Dinas Pariwisata Lombok Timur sempat melakukan peninjauan lokasi, bahkan sudah membuat master plant. Namun hal itu dinilai tidak menyelesaikan akar masalah jika infrastruktur yang dijanjikan tetap nihil.


"Satu-satunya cara supaya kami diperhatikan ya memboikot atau menolak acara ini. Masak mau menyambut tamu internasional tapi persiapannya mendadak, tinggal menghitung hari baru mau koordinasi? Itu sudah tidak relevan," tegas Rohyadi.


Saat ini, pihak pemuda masih menunggu jadwal pertemuan dengan stakeholder terkait dan Sekda Lombok Timur untuk menuntut kejelasan komitmen. Mereka menegaskan tidak akan mundur sebelum ada titik terang dan kepastian hitam di atas putih mengenai pembangunan penunjang di wilayah Sambelia.


"Kami sebagai warga lokal sangat terbuka dengan panitia pelaksana, tapi kami butuh sandaran dari pemerintah daerah. Jika bupati atau wakil bupati kembali ingkar janji, kami punya dasar kuat untuk menuntut lebih keras ke depannya," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kecewa Janji Palsu Pemkab Lotim, Aliansi Pemuda Sambelia Boikot Event Rinjani 100

Trending Now