Siswa MI Yadinu 6 Banok Pulih dari Keracunan, Kepsek Desak Perbaikan Total Menu Makan Bergizi Gratis

Rosyidin S
Senin, April 27, 2026 | 19.09 WIB Last Updated 2026-04-27T11:13:46Z
Ilustrasi: Gambar dapur SPPG dan Makanan Bergizi Geratis, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Pasca insiden gangguan kesehatan massal yang menimpa 22 siswanya, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yadinu 6 Banok, Lalu Imran, angkat bicara terkait kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.


Meski sempat terjadi dugaan keracunan pada Jumat (24/4) lalu, pihak sekolah menyatakan tetap mendukung program nasional tersebut dengan syarat adanya evaluasi total terhadap kualitas hidangan.


Lalu Imran menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup diri terhadap kehadiran dapur MBG, namun ia menekankan bahwa standar keamanan pangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.


Berdasarkan keterangan pihak sekolah, menu yang disajikan saat hari kejadian meliputi bihun basah, telur, tahu, susu kotak, dan pisang. Lalu Imran mencurigai adanya penurunan kualitas pada beberapa komponen bahan makanan tersebut yang memicu reaksi negatif pada tubuh siswa.


"Yang diduga terutama bihun basah, kemudian tahu. Mungkin kualitasnya sudah berubah, tetapi kami tidak tahu pasti," ujar Lalu Imran saat ditemui di sekolah, Senin (27/4).


Ia juga menyayangkan lambannya respon pihak penyedia dapur terhadap masukan yang selama ini telah disampaikan oleh sekolah. Menurutnya, insiden ini seharusnya bisa dicegah jika keluhan-keluhan sebelumnya ditindaklanjuti dengan serius.


Meski saat ini dapur operasional MBG sedang ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN), Lalu Imran memberikan lampu hijau jika ke depannya dapur tersebut ingin dioperasikan kembali. Namun, ia tidak segan untuk mencari penyedia lain jika kualitas makanan tidak kunjung membaik.


"Kalau setelah penutupan kemudian dibuka kembali, kami tetap menerima asalkan ada perbaikan. Jika tidak ada perubahan, kami bisa pindah ke dapur lain dan itu hak kami karena pelayanan tidak baik," tegasnya.


Ia menambahkan bahwa fokus utama sekolah adalah memastikan program ini benar-benar membawa manfaat gizi bagi siswa, bukan justru membahayakan kesehatan mereka.


Kabar baiknya, seluruh 22 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang terdampak kini telah dinyatakan sembuh total. Aktivitas belajar mengajar di MI Yadinu 6 Banok pun sudah kembali normal sejak awal pekan ini.


"Semua sudah sembuh dan sudah masuk sekolah lagi. Tidak ada penolakan (terhadap program), asalkan semuanya diperbaiki. Tetapi jika masih seperti itu, tentu kami tidak ingin anak-anak kembali bermasalah," pungkas Lalu Imran.


Hingga saat ini, pihak sekolah masih menunggu arahan dan langkah konkret dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait mekanisme penyajian makanan yang lebih aman dan higienis agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Siswa MI Yadinu 6 Banok Pulih dari Keracunan, Kepsek Desak Perbaikan Total Menu Makan Bergizi Gratis

Trending Now