Dominasi Lokal dan Rekor Baru, Rinjani 100 Ultra 2026 Kukuhkan Status sebagai Episentrum Trail Running Dunia

Rosyidin S
Minggu, Mei 03, 2026 | 20.36 WIB Last Updated 2026-05-03T12:36:57Z
Juara: Sang para penakluk lari ektrim Rinjani 100 Ultra 2026 saat berada di podium menerima penghargaan, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Kabut tipis yang menyelimuti kaki Gunung Rinjani menjadi saksi bisu lahirnya sejarah baru dalam dunia lari lintas alam. Perhelatan Rinjani 100 Ultra 2026 resmi ditutup dengan torehan prestasi gemilang, pecahnya rekor waktu di berbagai kategori serta unjuk gigi para pelari lokal yang mampu berdiri sejajar dengan elit internasional di atas podium salah satu lintasan terekstrem di dunia.


Tahun 2026 menandai titik balik penting bagi atlet nasional. Tidak hanya sekadar menjadi tuan rumah yang ramah, pelari Indonesia berhasil mendominasi nomor-nomor bergengsi, mematahkan stigma bahwa medan teknis Rinjani hanya milik pelari mancanegara.


Race Director Rinjani 100 Ultra, Dian R. Sukmara, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan sinyalemen kuat bahwa standar atlet trail running Indonesia telah berevolusi ke level global.


"Poin yang paling prestisius tahun ini adalah melihat bendera Merah Putih berkibar di puncak berbagai kategori. Kita tidak lagi sekadar berpartisipasi,  pelari Indonesia telah terbukti mampu memberikan perlawanan sengit dan bersaing head-to-head dengan pelari elit mancanegara," ujar Dian dengan nada bangga saat ditemui lokasi, Minggu (3/4).


Secara khusus, Dian menyoroti kategori 36K yang menjadi panggung kemenangan total bagi putra bangsa, di mana posisi podium satu hingga tiga seluruhnya disapu bersih oleh pelari Indonesia dengan catatan waktu yang memecahkan rekor sebelumnya. Di sektor putri jarak pendek, pelari lokal pun tampil impresif dengan mengimbangi ritme pelari luar negeri yang biasanya mendominasi.


Kategori utama 162 KM tetap menjadi magnet utama yang menguras emosi dan fisik. Pelari asal China, Zairan Lee, menasbihkan dirinya sebagai raja Rinjani tahun ini setelah menaklukkan elevasi vertikal yang brutal dengan catatan waktu fantastis 35 jam 05 menit 52 detik.


Di belakangnya, persaingan ketat terjadi antara Sange Sherpa dari Nepal (37:09:32) dan legenda trail running asal Lithuania, Gediminas Grinius (40:14:46). Sementara itu, di kelas putri, persaingan dramatis terjadi antara Man Yee Cheung (Hong Kong) dan Ayako Tuasa (Jepang) yang hanya terpaut selisih tipis di garis finis.


Meski podium utama dikuasai pelari asing, Indonesia tetap mencatatkan prestasi membanggakan melalui Haris Wismoyono yang berhasil finis di peringkat kelima kategori 162 KM.


"Berhasil finis di lima besar kategori ultra di Rinjani adalah sebuah anugerah. Mengingat medannya yang teknis dan cuaca yang tak menentu, performa Haris Wismoyono adalah bukti ketangguhan mentalitas atlet kita di kancah internasional," tambah Dian.


Sementara ketegiri 100K, yang berhasil masuk podium 1, 2, dan 3 pelari asal Cina, Rusia dan Perancis (Putara). Sedangkan podium 1 dan dua diraih asal Indonesia dusul pelari Vietnam. Yang di kategori 60K kelas putra, pelari asal Indonesia berhasil masuk podium 1 dan 2, sedangkan finisher ke-3 pelari asal Canada. Untuk putri pelari asal Taiwan, disusul pelari Indonesia, sedang podium ke-3 pelari asal Cina 


"Dikategori 27K putra diraih pelari asal Rusia, podium 2 dan tiga pelari Indonesia. Untuk putri finisher 1 pelari asal Indonesia, juta 2 pelari dari Amerika, kemudian juara 3 diraih pelari asal Cina," tuturnya.


Keberhasilan tahun ini menjadi batu pijakan bagi penyelenggara untuk menatap tahun 2027 dengan visi yang lebih megah. Fokus ke depan adalah menciptakan standar penyelenggaraan kelas dunia yang tidak hanya menekankan pada aspek kompetisi, tetapi juga kenyamanan bagi peserta mancanegara dan dampak ekonomi bagi warga lokal.


"Visi kami di 2027 bukan sekadar mengejar kuantitas peserta. Kami akan melakukan kurasi rute yang lebih tajam dan membangun ekosistem pendukung yang lebih kuat. Kami ingin Rinjani 100 menjadi motor penggerak ekonomi, di mana UMKM lokal Sembalun terlibat langsung dalam setiap napas *event* ini," jelas Dian.


Dian juga menekankan pentingnya edukasi bagi pelari pemula melalui kategori jarak pendek (12K, 27K dan 36K) serta mengajak para atlet untuk melakukan persiapan lebih awal di lokasi.


"Kami mendorong para pelari untuk datang dan berlatih di Sembalun jauh sebelum hari H, seperti yang dilakukan para pelari asing. Dengan begitu, mereka tidak hanya siap secara fisik menghadapi Rinjani, tetapi juga menghidupkan denyut ekonomi desa lebih lama," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dominasi Lokal dan Rekor Baru, Rinjani 100 Ultra 2026 Kukuhkan Status sebagai Episentrum Trail Running Dunia

Trending Now