![]() |
| Humaria: Sekertaris Daerah Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik saat memberikan penghargaan kepada sekolah berprestasi, (Foto: Istimewa/MP). |
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Momentum ini menjadi titik refleksi penting bagi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sesuai visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dalam amanatnya, Mendikdasmen menekankan bahwa pendidikan Indonesia kini berfokus pada filosofi Among Ki Hajar Dewantara: Asah, Asih, dan Asuh. Kebijakan strategis saat ini diarahkan pada pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
"Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses tulus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun watak dan peradaban yang bermartabat," tegas Abdul Mu'ti dalam pidato yang dibacakan Sekda Juaini Taofik.
Pemerintah juga melaporkan capaian masif melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), di mana sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi sepanjang tahun 2025. Modernisasi ruang kelas pun diperkuat dengan distribusi Papan Interaktif Digital (PID) ke lebih dari 288.000 sekolah untuk menciptakan ekosistem belajar yang adaptif terhadap zaman.
Sebagai Agen Peradaban, kesejahteraan guru mendapatkan perhatian serius. Pemerintah menargetkan 150.000 guru mendapatkan beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) senilai Rp 3 juta per semester bagi yang belum menyandang gelar S1.
Selain perbaikan tunjangan yang kini ditransfer rutin setiap bulan, sekolah-sekolah diinstruksikan untuk menerapkan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Program ini didukung oleh inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat guna memastikan sekolah menjadi rumah kedua yang bebas dari perundungan.
Upacara Hardiknas kali ini juga menjadi panggung selebrasi bagi Kabupaten Lombok Timur. Daerah ini berhasil memborong berbagai penghargaan bergengsi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur sukses meraih predikat Terbaik I dalam Inovasi Dukungan Program Prioritas dan Terbaik II dalam Pengelolaan BOSP se-NTB. Prestasi puncaknya adalah keberhasilan Pemerintah Kabupaten meraih **Kinerja Terbaik I Kategori SPM (Standar Pelayanan Minimal) Pendidikan.
Menanggapi rentetan prestasi tersebut, Sekda Juaini Taofik mengapresiasi kerja keras seluruh lini pendidikan di daerahnya.
"Penghargaan ini adalah bukti nyata sinergi kita semua. Dari penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga inovasi guru-guru kita, Lombok Timur membuktikan komitmennya untuk tidak membiarkan satu anak pun tertinggal dalam meraih mimpi," ujar Juaini Taofik usai upacara.
Tak hanya di tingkat birokrasi, apresiasi juga diberikan kepada sekolah-sekolah berprestasi:
1. Inovasi Data: TKN 02 Pringgabaya (Kategori Inovatif Rapor Pendidikan) dan SDN 4 Lenek (Responsif Dapodik).
2. Karakter Siswa: TKN Pembina Sambelia, SDN 3 Toya, dan SMPN 2 Sakra Barat (Implementasi 7 Kebiasaan Anak Hebat).
3. Lingkungan Hidup: Penghargaan Sekolah Adiwiyata Kategori Utama diraih oleh SDN 1 Sembalun Bumbung, SDN 1 Lenek Ramban Biak, SMPN 1 Sukamulia, dan SMPN 1 Suela.
Menteri dalam amanat penutupnya berpesan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan prinsip 3M.
"Kebijakan hanya akan menjadi formalitas kuantitatif belaka tanpa Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus," pungkasnya.

