![]() |
| Juara: Finisher Rinjani 100 Ultra kategori 162 Km asal Cina, Zarian Li saat berpose bersama keluarganya di garis finish, (Foto: Rosyidin/MP). |
Capaian ini melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh pelari legendaris Sange Sherpa. Keberhasilan Li menaklukkan jalur ekstrem salah satu gunung vulkanik tertinggi di Indonesia ini menempatkannya di jajaran elit pelari trail run dunia.
Langkah kaki Li menyentuh garis finis di Hotel Nusantara, Sembalun pada Sabtu (2/5/2026) disambut riuh tepuk tangan. Meski raut wajahnya menunjukkan keletihan yang luar biasa setelah menempuh jarak 162 kilometer, binar kebahagiaan tidak bisa disembunyikan.
Kepada media, Li mengungkapkan bahwa kemenangannya bukanlah hasil keberuntungan belaka, melainkan buah dari persiapan yang sangat matang sejak keikutsertaannya pada tahun 2023.
"I am very good (Saya merasa sangat bahagia) ," ungkap Zairan Li dengan napas yang masih terengah namun penuh kepuasan.
Lintasan Rinjani 100 dikenal sebagai salah satu yang paling brutal di Asia. Li harus melewati rute yang variatif, mulai dari titik start di Pantai Pekendangan, menyisir bukit-bukit terjal seperti Anak Dara dan Nanggi, hingga mendaki puncak tertinggi Rinjani. Tantangan terberat baginya bukanlah sekadar elevasi yang curam, melainkan sengatan matahari yang membakar stamina.
"I feel really hot (Saya merasa cuaca sangat panas)," tuturnya, menggambarkan betapa suhu udara menjadi lawan tangguh selain medan pendakian yang teknis.
Kategori 162K tahun ini memang menjadi magnet bagi para pelari elit. Zairan Li harus beradu mekanik dengan nama-nama besar seperti Gediminas Grinus, Hieu Nguyen Si, Man Yee Cheung, hingga sang mantan juara Sange Sherpa. Dari total 187 peserta yang memulai perlombaan, Li membuktikan bahwa strategi dan ketahanan fisiknya berada di level yang berbeda.
Para pelari diberikan batas waktu (Cut Off Time) selama 55 jam, namun Li berhasil menyelesaikan misi mustahil tersebut jauh lebih cepat, melintasi Danau Segara Anak, jalur Senaru, hingga kembali ke garis finis melalui Bukit Pergasingan.
Kemenangan Zairan Li di Rinjani 100 tahun ini tidak hanya mencatatkan namanya di buku rekor, tetapi juga menegaskan bahwa Gunung Rinjani tetap menjadi kiblat tantangan bagi para petualang sejati dunia.

