Menjaga Jantung Lombok, Gubernur NTB Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun

Rosyidin S
Sabtu, Mei 02, 2026 | 22.40 WIB Last Updated 2026-05-02T14:43:48Z
Resmikan: Gubernur NTB, H. Lalau Muhammad Iqbal didampingi Sekda Provinsi NTB bersama Sekda Lombok Timur saat memukul gong persemian Pusat Informasi Geopark Rinjani, (Foto Rosyidin MP).

MANDALIKAPOST.com – Langkah besar untuk memperkokoh posisi Gunung Rinjani di peta dunia resmi dimulai. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhammad Iqbal, meresmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun, Sabtu (2/5).


Peresmian ini menandai babak baru dalam upaya pelestarian lingkungan yang beriringan dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat lingkar Rinjani.


Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran OPD Provinsi NTB, Sekda Provinsi NTB yang baru dilantik, Sekda Lombok Timur beserta OPD lingkup Lombok Timur, tokoh masyarakat, serta tim manajemen Geopark Rinjani.


Dalam sambutan, Gubernur yang akrab disapa Mamiq Iqbal ini menegaskan bahwa Gunung Rinjani adalah identitas spiritual bagi masyarakat NTB. Ia menceritakan ketegasannya menolak investor asing yang berniat membangun fasilitas mewah secara masif di kaki gunung tersebut demi menjaga kesucian alam.


"Gunung Rinjani ini milik seluruh orang Lombok, bahkan seluruh umat manusia. Ini hati kami, ini spirit kami, ini adalah jiwa kami. Kerusakan sedikit saja di gunung ini akan memiliki dampak luas," tegas Mamiq Iqbal.


Iqbal juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim Geopark yang berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGG) meski dengan keterbatasan anggaran dan fasilitas. Ia memuji perubahan situs sejarah gempa yang dulu terbengkalai, kini telah bersolek menjadi pusat edukasi yang cantik.


"Saya yakin nanti kalau saya mati, malaikat pasti tanya tanggung jawab saya terhadap Gunung Rinjani dan daerah aliran sungai. Saya tidak tahu cara menjawabnya jika tidak melakukan sesuatu dari sekarang," tambahnya dengan nada emosional.


Pembangunan gedung ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap catatan asesor UNESCO saat proses revalidasi sebelumnya. General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, menjelaskan bahwa gedung ini akan berfungsi sebagai "Rumah Inspirasi" untuk koordinasi lintas sektor.


"Geopark tentu tidak mungkin berjalan sendiri; kita membutuhkan kolaborasi dengan semua pihak agar memberikan manfaat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Qwadru.


Ia menambahkan bahwa arah pengembangan Rinjani ke depan akan bergeser dari sekadar mengejar kuantitas pendaki menjadi fokus pada kualitas dan keberlanjutan. Targetnya jelas: memperkuat posisi untuk revalidasi UNESCO pada tahun 2029 mendatang.


Salah satu terobosan konkret yang akan dimulai dari pusat informasi ini adalah program konservasi berbasis ekonomi. Qwadru menyoroti potensi besar Kopi Sembalun yang mulai tergerus oleh alih fungsi lahan.


Pihaknya berencana melakukan penyemaian sekitar 780.000 bibit kopi berkualitas tinggi. Langkah ini diambil untuk mengembalikan kejayaan kopi lokal sekaligus memperbaiki ekosistem yang rusak.


"Selama ini saya tidak berani mempromosikan kopi Sembalun karena takut saat orang tertarik, stoknya tidak ada. Melalui program konservasi inilah kita ingin menanam kembali. Jika ini berhasil, secara ekonomi akan ada ratusan miliar yang beredar di sekitar lingkar Rinjani," jelas Qwadru.


Selain kopi, fokus konservasi juga mencakup pemulihan populasi burung endemik dan flora langka di Desa Sajang.


Gubernur Iqbal berpesan agar tim Geopark fokus pada pengumpulan data (data collecting) dan penggalian informasi (information mining) agar pengunjung mendapatkan edukasi mendalam mengenai sejarah letusan Gunung Samalas hingga budaya unik di Bayan.


"Tempat ini mungkin sederhana dan kecil, tapi saya percaya suatu saat dari sinilah mimpi-mimpi kita tentang kawasan Gunung Rinjani Geopark akan mulai kita wujudkan. Ini bukan akhir, ini adalah akhir dari sebuah awal," tutup Gubernur.


Pusat Informasi Geopark Rinjani kini telah beroperasi penuh, siap melayani wisatawan, peneliti, dan komunitas lokal dan seluruh lapisan masyarakat yang ingin menyelami kekayaan geologi serta budaya di kaki salah satu gunung api paling ikonik di dunia ini.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menjaga Jantung Lombok, Gubernur NTB Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani di Sembalun

Trending Now