![]() |
| Peristiwa: Salah satu rumah warga Belanting tertimpa pohon tumbang, (Foto: Istimewa/MP). |
Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan akses jalan terhambat akibat banyaknya pohon yang tumbang.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, tercatat sedikitnya 5 unit rumah mengalami rusak parah dan 30 unit rumah mengalami rusak ringan.
Kerusakan paling signifikan terjadi di Dusun Pekendangan dan Dusun Tampiasih, di mana rumah milik Bapak Sabirin (RT 03) dan Bapak Andrasih dilaporkan hancur tertimpa pohon hingga tidak bisa ditempati.
Ketua Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Belanting, Jaya Ikhlas, mengonfirmasi bahwa meski kerusakan material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
"Warga Belanting kembali terkena musibah angin kencang. Dua unit rumah yang terletak di Dusun Pekendangan dan Dusun Tampiasih rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta per unit," ujar Jaya Ikhlas saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (24/01).
Selain merusak hunian, angin kencang menyebabkan pohon tumbang di berbagai titik strategis. TSBD Belanting mencatat sebaran pohon tumbang berada di beberapa Dusun.
"Diantaranya, Dusun Pekendangan 6 pohon, Dusun Pedamekan 5 pohon, Dusun Otorita 3 pohon dan Dusun Kokoknangka 2 pohon," jelasnya
Banyaknya pohon yang melintang di jalan raya sempat melumpuhkan arus lalu lintas. Personel TSBD langsung bergerak cepat melakukan evakuasi kayu untuk membuka kembali akses jalan bagi warga.
Pihak desa berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya BPBD dan Dinas Perhubungan, memberikan perhatian lebih serius terhadap wilayah-wilayah terpencil di Kecamatan Sambelia.
Jaya menegaskan agar prioritas penanganan bencana tidak hanya berpusat di area perkotaan.
"Harapan kami Dishub dan BPBD Lombok Timur memperhatikan wilayah terpencil seperti kami. Jangan hanya memprioritaskan wilayah kota saja. Warga di Desa Belanting ini juga merupakan masyarakat Lombok Timur yang butuh bantuan," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, anggota TSBD Belanting masih terus bersiaga di lapangan untuk mendata kerugian warga secara menyeluruh serta memantau situasi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

