![]() |
| Baksos: Tim Siga Bencana Desa Belanting gelar tanam bibit pohon, (Foto: Istimewa/MP). |
Kegiatan ini difokuskan sebagai upaya mitigasi jangka panjang terhadap ancaman banjir bandang yang kerap membayangi wilayah tersebut.
Sebanyak 2.000 bibit pohon produktif dan tanaman kayu ditanam dalam aksi ini, yang meliputi jenis mahoni, mete, suren, dan kayu putih. Pemilihan jenis pohon ini diharapkan tidak hanya mampu memperkuat struktur tanah di pinggir sungai, tetapi juga memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat setempat.
Ketua TSBD Belanting, Jaya Ikhlas, menegaskan dalam rilis diterima bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni penghijauan biasa. Menurutnya, penanaman ini adalah tanggung jawab moral untuk melindungi desa dari potensi bencana yang lebih besar di masa depan.
"Kegiatan ini bukan hanya menanam saja, melainkan ini bentuk upaya nyata untuk memitigasi bencana banjir. Kita harus sadar bahwa Desa Belanting merupakan salah satu titik yang sangat rawan bencana, sehingga langkah preventif seperti ini wajib dilakukan," ujar Jaya Ikhlas.
Aksi lingkungan ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Terpantau di lokasi, perwakilan Pemerintah Kecamatan Sambelia, Pemerintah Desa Belanting, mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram), hingga anggota Pramuka turut bahu-membahu menanam bibit di sepanjang daerah aliran sungai.
Camat Sambelia yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dimotori oleh kaum muda desa tersebut. Ia menilai gerakan ini merupakan cerminan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian alam di wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman yang diinisiasi oleh TSBD Belanting ini. Ini adalah bentuk nyata dari peran pemuda dalam menjaga keseimbangan alam. Saya berharap desa-desa lain di wilayah Sambelia dapat mengikuti langkah serupa, mengingat wilayah kita memang rawan bencana," ungkap Camat Sambelia dalam sambutannya.
Dengan adanya penanaman ini, diharapkan daerah aliran sungai di Desa Belanting memiliki daya serap air yang lebih baik dan struktur tanah yang lebih kokoh, sehingga risiko banjir bandang dapat ditekan seminimal mungkin demi keamanan warga.

