![]() |
| Serah: Bupati Lombok Timur didampingi Wakil Bupati menyerahkan intensif secara simbolis kepada guru TK dan PAUD, (Foto: Rosyidin/MP). |
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama BAZNAS menunjukkan komitmen nyata dalam memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN, khususnya mereka yang berada di garda terdepan pembentukan karakter anak bangsa.
Ketua BAZNAS Lombok Timur, Dr. H. M. Kamli, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyaluran dana kali ini merupakan tahap pertama di awal tahun 2026. Dana yang dialokasikan mencapai Rp440 juta yang bersumber dari dana ZIS yang dikelola BAZNAS.
"Pada kesempatan tahap pertama ini, kita dapat mengakomodir anggaran sekitar 440 juta rupiah untuk guru-guru kita di tujuh kecamatan, yakni Terara, Sakra Barat, Sakra Induk, Sakra Timur, Keruak, Jerowaru, dan Labuan Haji," ujar Dr. Kamli.
Ia merincikan bahwa terdapat 1.346 guru dari 326 lembaga PAUD, TK, dan KB yang menerima manfaat pada tahap ini.
"Ini adalah amanah dari para muzakki dan masyarakat Lombok Timur. Insya Allah, 21 kecamatan lainnya akan menyusul pada tahap kedua dan ketiga mendatang," tambahnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pendidik.
Dalam sambutannya yang hangat, Bupati menyebut bahwa guru PAUD dan TK adalah sosok teladan dalam hal kesabaran.
"Kalau kita membuat ranking, maka guru teladan itu ada pada guru TK dan PAUD. Tidak pernah ada dalam sejarah guru PAUD masuk ranah hukum karena mencubit muridnya. Mereka adalah guru yang paling sabar," puji Bupati yang akrab disapa Haji Iron ini.
Bupati juga sempat berbagi cerita humoris namun menyentuh tentang seorang guru SMP yang menyerah menghadapi murid di era IT, namun menurutnya, tantangan tersebut justru dijawab dengan ketulusan oleh para guru PAUD yang menghadapi anak-anak di usia paling mendasar.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kehadiran para guru di kantor bupati bukan sekadar untuk menerima insentif, melainkan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan pejuang pendidikan.
"Tujuan pemerintah mengundang Bapak Ibu adalah untuk bersilaturahmi. Mungkin ada yang baru pertama kali berdiri di halaman kantor ini. Meskipun nilai yang diterima saat ini belum sebanding dengan pengabdian Bapak Ibu, ini adalah bentuk penghargaan dan kepedulian pemerintah," ungkapnya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap agar skema kesejahteraan guru honorer, seperti P3K, ke depan dapat lebih berpihak kepada para guru PAUD dan TK.
"Bapak Ibu adalah pahlawan yang memberikan ilmu pada tingkat paling dasar. Kami sangat berharap ke depan Bapak Ibu menjadi orang-orang yang sukses sesuai dengan apa yang dicita-citakan," pungkasnya.

