Bupati Lombok Timur Tinjau Progres Jembatan Bailey Desa Perigi: Pastikan Akses Ekonomi Segera Pulih

Rosyidin S
Senin, Januari 12, 2026 | 15.55 WIB Last Updated 2026-01-12T07:55:25Z
s e
Tinjau: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin didampingi Kalak BPBD lihat pembangunan jembatan di Desa Prigi, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang akrab disapa H. Iron, didampingi Kalak BPBD dan instansi terkait meninjau langsung progres pengerjaan jembatan baja sementara (bailey) di Desa Perigi, Kecamatan Suela, pada Senin (12/1). 


Langkah cepat ini diambil Pemkab Lombok Timur guna memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus total akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.


Didampingi Kepala Pelaksana BPBD dan sejumlah instansi teknis terkait, Bupati memantau proses penyelesaian akhir (finishing) rangka jembatan. Jembatan ini dianggap sangat vital karena merupakan urat nadi utama bagi mobilitas logistik, pendidikan, dan kesehatan warga setempat.


Dalam percepatan pembangunan ini, Pemerintah Daerah bersinergi dengan TNI. Sebanyak 30 personel TNI dikerahkan untuk membantu teknis pemasangan rangka baja guna menjamin keamanan dan ketahanan konstruksi jembatan sementara tersebut.


Bupati H. Iron menjelaskan bahwa saat ini pengerjaan difokuskan pada pembersihan material dan penataan akses pendukung di sekitar jembatan, termasuk pemerataan jalan dan pembuatan tangga untuk memudahkan warga mengambil air di sungai.


"Alhamdulillah, progresnya tinggal tahap penyelesaian akhir saja. Kami upayakan secepat mungkin agar masyarakat mudah melintas, termasuk mempermudah akses warga yang beraktivitas di sungai ini," ujar H. Iron saat ditemui di lokasi proyek.


Mengingat status jembatan bailey ini bersifat pinjam pakai dengan durasi maksimal satu tahun, H. Iron menegaskan pihaknya tengah berupaya mengusulkan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen. Permasalahan ini pun telah dilaporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.


"Kami berharap sebelum masa pinjam satu tahun berakhir, anggaran pembangunan jembatan permanen sudah tersedia. Kami sudah lapor ke BNPB agar jembatan-jembatan yang putus akibat bencana di beberapa kecamatan segera di atensi. Sungai-sungai di sini, seperti Kokok Tanggek di Mamben, memang rawan menyebabkan dampak bencana tahunan," jelasnya.


Selain jembatan di Desa Perigi, Bupati juga menyoroti kerusakan serupa yang terjadi di Lendang Angka akibat luapan air sungai. Ia menegaskan akan segera melakukan normalisasi sungai-sungai yang rawan agar infrastruktur dasar tidak terus-menerus rusak.


"Jalan dan jembatan adalah kebutuhan dasar. Kita tidak boleh terlambat, karena ini menyangkut pergerakan ekonomi, akses pendidikan, dan kesehatan. Harus disegerakan," tegas Bupati.


Terkait keterlambatan pembangunan yang sempat terjadi, Bupati mengakui adanya kendala teknis dan administratif di akhir tahun anggaran, namun hal tersebut kini telah teratasi. Untuk penanganan pascabencana skala kecil, Pemkab telah menyiapkan Dana Tak Terduga (DTT) dengan alokasi di bawah Rp1 miliar.


Pembangunan jembatan ini disambut haru oleh warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi. Sahrin, salah satu warga setempat, mengaku sangat terbantu karena sebelumnya warga harus memutar jauh untuk menuju pusat pasar atau sekolah.


"Terima kasih banyak Bapak Bupati atas atensinya. Sejak saya kecil, baru kali ini jembatan ini diperhatikan dengan serius. Sebelumnya kami harus memutar jauh sampai ke Mumbul kalau mau ke pasar atau sekolah. Dengan adanya jembatan ini, akses kami kembali lancar," ungkap Sahrin penuh syukur.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Lombok Timur Tinjau Progres Jembatan Bailey Desa Perigi: Pastikan Akses Ekonomi Segera Pulih

Trending Now