Digitalisasi Zakat, Baznas Lakukan Studi Tiru ke Lombok Tengah demi Transparansi Penuh

Rosyidin S
Selasa, Januari 27, 2026 | 14.39 WIB Last Updated 2026-01-27T06:39:09Z
Zakat: Ketua Baznas Lombok Barat, Dr. H. Muhammad Kamli bersama Sekertaris Basznas, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur] terus mematangkan langkah transformasi digital dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).


Sebagai langkah konkret, Baznas mengutus tim IT untuk melakukan studi tiru ke Baznas Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang dinilai sebagai salah satu daerah terbaik dalam implementasi sistem informasi digital.


Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad Kamli menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (Simba) serta mengadopsi aplikasi pendukung lainnya yang telah sukses diterapkan di Lombok Tengah.


"Lombok Tengah adalah salah satu yang terbaik dalam hal penggunaan aplikasi Simba. Kami mengutus tim IT untuk melakukan studi tiru, melihat bagaimana operator di sana mengelola aplikasi tersebut agar bisa kita adopsi demi transparansi lembaga," ujar Ketua Baznas, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/01).


Meski secara Sumber Daya Manusia (SDM) Baznas telah memiliki tenaga ahli IT yang mumpuni, penguatan dari sisi sarana prasarana dan sistem yang terintegrasi menjadi prioritas utama. Studi ini difokuskan pada penguatan empat pilar pengelolaan zakat: pengumpulan, administrasi, pendistribusian, dan pelaporan.


Sekretaris Baznas Lotim, Nurul Hadi menambahkan bahwa langkah ini diambil menyusul prestasi Lombok Tengah yang meraih penghargaan dari pusat, Baznas Award. Selain SIMBA yang bersifat nasional, Lombok Tengah diketahui memiliki aplikasi tambahan yang membuat sistem kerja menjadi lebih efektif dan akuntabel.


"Intinya kita fokus kepada empat bidang, baik itu pengumpulan, administrasi, pendistribusian, dan pelaporan. Dengan aplikasi tambahan ini, sistem akan terkoneksi lebih luas. Contohnya, hasil survei bisa langsung diinput melalui HP dan masuk ke laporan pusat secara real-time," jelas Sekretaris Baznas.


Salah satu keunggulan sistem digital yang tengah dikembangkan ini adalah kemudahan akses bagi masyarakat. Kedepannya, muzakki (pembayar zakat) dapat memantau penyaluran zakat mereka hanya melalui website atau media sosial.


Sistem ini juga dirancang untuk mencegah duplikasi bantuan. Melalui basis data yang akurat, lembaga dapat memantau siapa saja penerima manfaat (mustahik) yang sudah mendapatkan bantuan sehingga penyaluran lebih merata.


"Masyarakat cukup dari rumah bisa tahu ke mana sedekahnya mengalir. Kita juga bisa memantau, jika seseorang sudah menerima bantuan di tahun 2026, maka di sistem akan terlihat sehingga tahun berikutnya kita prioritaskan yang belum dapat. Ini demi asas keadilan," tambah Ketua Basnaz.


Pihak Baznas menyadari bahwa pembangunan infrastruktur digital ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit, diperkirakan mencapai Rp300 juta tergantung pada cakupan fasilitas yang disediakan. Namun, hal ini dipandang sebagai investasi penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.


"Kita tetap dengan semangat perubahan dalam rangka transparansi. Dengan sistem yang lebih terbuka, kami berharap minat masyarakat untuk berzakat terus meningkat, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan," tutup H. Kamli otomatis.


Dengan penguatan sistem digital ini, Baznas menargetkan layanan yang merata di 21 kecamatan, membawa pengelolaan zakat ke level yang lebih modern, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Digitalisasi Zakat, Baznas Lakukan Studi Tiru ke Lombok Tengah demi Transparansi Penuh

Trending Now