![]() |
| Peristiwa: Rumah seorang warga Sembalun rusak parah akibat angin kencang disertai ujan lebat, (Foto: Istimewa/MP). |
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Desa Belanting (Sambelia) dan Desa Sembalun pada Jumat pagi (23/01). Kekuatan angin yang begitu besar bahkan mampu mengangkat struktur atap hingga terlepas sepenuhnya dari dinding bangunan.
Di Desa Sembalun, insiden terjadi sekitar pukul 04.00 WITA saat warga masih terlelap. Hasanuddin Kresna, kakak dari salah satu korban, menceritakan betapa mencekamnya situasi saat rumah adiknya diterjang badai.
"Kejadiannya dini hari. Bangunan rumah adik saya diangkat hingga sebagian dinding dan atapnya diterbangkan angin. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun rumah rusak parah dan harus direhab total," ungkap Hasanuddin saat dikonfirmasi, Jumat (23/01).
Sesaat setelah kejadian, korban beserta anak dan istrinya langsung menyelamatkan diri dan mengungsi ke rumah tetangga terdekat. Kerugian material ditaksir mencapai belasan juta rupiah. Pihak keluarga pun telah melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Desa dan Kecamatan untuk penanganan lebih lanjut.
Tak berselang lama, sekitar pukul 06.00 WITA, cuaca ekstrem juga menghantam pemukiman warga di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia.
Ketua Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Belanting, Jaya Ikhlas, menggambarkan situasi saat pusaran angin datang secara tiba-tiba di tengah guyuran hujan deras.
"Suaranya sangat gaduh, seng-seng beterbangan. Saya melihat sendiri bagaimana atap rumah tetangga itu seperti terangkat dan diterbangkan begitu saja oleh angin. Kami semua sempat panik karena takut angin merembet ke rumah lain," tutur Jaya.
Beruntung, penghuni rumah segera menyadari bahaya dan berlindung di area yang lebih aman di dalam rumah sebelum atap mereka terlepas sepenuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, TSBD Belanting telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan serta membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
Pihak TSBD juga terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan dan instansi terkait di tingkat kabupaten. Warga yang berada di wilayah pesisir Sambelia dan dataran tinggi Sembalun diimbau untuk tetap waspada, mengingat hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

