![]() |
| Mahasiswa KKN PMD Unram saat menunjukan hasil kariyanya, (Foto: Istimewa/MP). |
Melalui sosialisasi bertema “Optimalisasi Potensi Kelapa Melalui Produksi Virgin Coconut Oil (VCO)”, mahasiswa mendorong warga untuk tidak lagi bergantung pada penjualan kelapa mentah.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (22/1/2026) di Aula Kantor Desa Korleko ini dihadiri oleh puluhan pemuda dan tokoh masyarakat setempat. Program ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap sistem niaga kelapa di Desa Korleko yang dinilai belum berpihak pada petani.
Selama ini, mayoritas masyarakat Desa Korleko menjual kelapa secara borongan kepada tengkulak dengan harga yang sangat rendah. Sebaliknya, para tengkulak meraup untung besar dengan menjual kelapa ke luar daerah.
"Pengelolaan kelapa di sini masih rendah dan sistem niaganya kurang menguntungkan petani. Padahal, dengan teknologi sederhana, kelapa bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti VCO," ujar salah satu anggota Tim KKN PMD Unram Desa Korleko, Salju Anorawi.
Menurut Salju, program ini tidak hanya sekadar edukasi, tetapi juga upaya menciptakan ketahanan ekonomi jangka panjang.
"Program ini tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha dan kesadaran akan pemanfaatan sumber daya lokal. Masyarakat Korleko kini lebih antusias menciptakan nilai tambah produk," tambahnya.
Tak hanya sekadar teori, Tim KKN PMD Unram telah melakukan pendampingan teknis secara intensif sejak 5 hingga 17 Januari 2026. Sebagai motor penggerak, para mahasiswa membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan perwakilan pemuda dari setiap dusun.
Sekretaris Desa Korleko, Mawardi, S.Pd., menyambut hangat inisiatif ini. Beliau menegaskan bahwa pemerintah desa siap memberikan dukungan penuh, termasuk dari sisi pendanaan, asalkan program tersebut berjalan secara konsisten.
"Jika adik-adik mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram bisa membuat program kerja yang berkelanjutan, kami pihak desa siap mendanai program tersebut. Kami juga meminta agar setiap dusun mengirimkan pemuda untuk mengikuti pelatihan pembuatan VCO ini," tegas Mawardi dalam sambutannya.
Melalui produksi VCO, diharapkan terbentuk ekosistem UMKM baru yang mandiri di Desa Korleko. Diversifikasi produk berbasis kelapa ini diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan rumah tangga dan mengurangi ketergantungan petani terhadap fluktuasi harga kelapa mentah di pasar.
Dengan adanya KUB, pemuda desa kini memiliki wadah untuk mengembangkan potensi lokal secara profesional, sehingga Desa Korleko tidak lagi hanya menjadi penyedia bahan mentah, tetapi juga produsen produk olahan berkualitas.

