Inspirasi dari Thailand Selatan: TGB Muhammad Zainul Majdi Dorong Penguasaan Ilmu Multidisiplin di Markas Asshaqofah al-Ammah

Rosyidin S
Kamis, Januari 22, 2026 | 11.09 WIB Last Updated 2026-01-22T03:09:04Z
Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi Silaturahmi ke sekolah markas Asshaqofah Al-Ammah, Thailand, (Foto: Istimewa/MP).

THAILAND, MANDALIKAPOST.com – Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor sekaligus Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekolah Markas Asshaqofah Al-Ammah, Thailand, Rabu (21/01).


Kunjungan ini menjadi momentum penguatan pendidikan Islam lintas negara melalui peninjauan festival akademik dan penyampaian tausiah motivatif.


Didampingi Wakil Rektor 1 IAIH Pancor, Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., rombongan disambut hangat oleh keluarga besar sekolah. Sebelum memasuki acara inti, TGB menyempatkan diri meninjau langsung berbagai stand festival akademik yang menampilkan kreativitas dan kemampuan intelektual para santri.


Pimpinan Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah, Ustadz Abdul Hakim, menyatakan bahwa kehadiran TGB bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan suntikan motivasi bagi seluruh santri dan tenaga pendidik di lembaga tersebut.


“Kami sangat senang dan bersyukur atas kehadiran Bapak TGB di Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah. Semoga kehadiran beliau membawa kebaikan dan keberkahan bagi lembaga ini serta seluruh santri dan santriwati,” ujar Ustadz Abdul Hakim.


Dalam tausiahnya, TGB Muhammad Zainul Majdi memberikan apresiasi tinggi atas semangat belajar yang ditunjukkan para santri dalam festival tersebut. Beliau menekankan bahwa pendidikan Islam masa kini harus mampu menggali potensi unik setiap individu.


“Semangat belajar serta kreativitas yang mereka tampilkan patut diapresiasi dan terus dikembangkan. Saya mendorong pihak sekolah untuk terus mengembangkan beragam kegiatan yang dapat menggali, menumbuhkan, dan mengangkat bakat santri agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan,” pesan TGB.


Menariknya, TGB juga mengaitkan urgensi penguasaan ilmu dengan sejarah di masa Rasulullah SAW. Beliau mengingatkan bahwa kemajuan Islam didorong oleh keberagaman profesi para sahabat, bukan hanya ahli agama.


“Semua ranah ilmu harus diisi oleh umat. Sebagaimana para sahabat Nabi yang berasal dari berbagai latar belakang; ada pedagang, ahli syair, pandai besi, hingga petani. Karena itu, generasi Islam, termasuk di wilayah Thailand Selatan, perlu diajarkan dan dibekali dengan berbagai disiplin ilmu,” tegas Ketua Organisasi Internasional Alumni (OIA) Al-Azhar Indonesia tersebut.


Sebagai penutup, TGB menekankan pentingnya integrasi antara kecerdasan otak dan kemuliaan hati. Ia memuji pola pendidikan di Markas Asshaqofah al-Ammah yang dinilai mampu menyeimbangkan kedua aspek tersebut.


“Pendidikan Islam harus dibangun di atas keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan karakter. Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah menjadi cerminan lembaga pendidikan Islam yang ideal, dengan keilmuan yang kuat dan akhlak yang nyata,” pungkasnya.


Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama pendidikan antara IAIH Pancor dan lembaga pendidikan di Thailand, sekaligus melahirkan generasi santri yang kompetitif di kancah global tanpa kehilangan jati diri keislamannya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Inspirasi dari Thailand Selatan: TGB Muhammad Zainul Majdi Dorong Penguasaan Ilmu Multidisiplin di Markas Asshaqofah al-Ammah

Trending Now