Lombok Timur Bidik Penurunan Stunting Lewat Optimalisasi Pangan Lokal dan Program Makan Bergizi

Rosyidin S
Selasa, Januari 27, 2026 | 15.44 WIB Last Updated 2026-01-27T07:44:39Z
Gizi: Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya sambutan di acara Hari Gizi Nasional ke-66, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Memperingati Hari Gizi Nasional ke-66, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperkuat komitmennya dalam memerangi stunting dengan mengandalkan kekayaan pangan lokal.


Melalui talk show bertema “Pangan Lokal, Gizi Optimal, Sehat dari Bumi” yang digelar di Ballroom Kantor Bupati pada Selasa (27/1), pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan pemanfaatan sumber daya alam bumi asri untuk kesehatan generasi mendatang.


Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang membuka secara resmi acara tersebut, mengapresiasi kolaborasi antara Pemkab Lombok Timur, Pemkab Lombok Utara, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), dan Wahana Visi Indonesia (WVI).


Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penanganan isu gizi adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.


Wabup Edwin menyoroti bahwa fokus nasional saat ini tertuju pada percepatan penurunan stunting melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Lombok Timur sendiri, infrastruktur pendukung mulai diperkuat dengan hadirnya ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


"Saat ini di Kabupaten Lombok Timur tercatat sebanyak 213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan 171 unit di antaranya telah beroperasi. Kami berharap pelaksanaan MBG ini dapat menjadi daya dorong utama dalam menekan angka stunting secara signifikan," ujar Wabup Edwin.


Berdasarkan data terakhir, angka stunting di Lombok Timur pada Desember 2025 berada di level 22,39%. Meski demikian, tantangan tetap ada seiring temuan kasus baru sebesar 0,8% atau 545 kasus pada Januari 2026. Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi lembaga non-pemerintah (NGO) guna menangani kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


Senada dengan hal tersebut, Manager Wahana Visi Indonesia, Sidik Lando, menekankan bahwa kunci kesehatan anak-anak Lombok sebenarnya ada di pekarangan dan alam sekitar. Menurutnya, pangan lokal bukan sekadar alternatif, melainkan solusi strategis untuk ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.


"Lombok memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Dengan memaksimalkan pemanfaatan pangan lokal, kita tidak hanya mencegah stunting, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Sehat itu dimulai dari diri kita, sehat dari bumi kita," tegas Sidik Lando.


Talk show ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ajang pembekalan bagi para kader dan tenaga kesehatan. Menghadirkan pakar gizi ternama, dr. Tan Shot Yen, bersama Ketua Persagi NTB dan jajaran dinas kesehatan, peserta diajak untuk mengubah pola pikir dalam penyajian gizi seimbang.


Pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya penyajian gizi yang tepat sasaran bagi kelompok B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita). Melalui integrasi antara kebijakan pemerintah, keahlian para ahli gizi, dan semangat para kader di lapangan, Lombok Timur optimistis dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lombok Timur Bidik Penurunan Stunting Lewat Optimalisasi Pangan Lokal dan Program Makan Bergizi

Trending Now