![]() |
| Kesehatan: Kepala Puskesmas Sembalun, H. Muslih Adnan, (Foto: Rosyidin/MP). |
Kepala Puskesmas Sembalun, H. Muslih Adnan mengungkapkan bahwa sejak dirinya menjabat pada Januari 2025, ia mendapati banyak aspek yang perlu dibenahi, terutama terkait ketersediaan tenaga medis profesional.
"Kalau dari sisi SDM, kami sangat kurang. Saat ini kami hanya punya 2 dokter. Harusnya, jika melihat jumlah penduduk dan status daerah ini, minimal ada 4 orang dokter. Sebagai pimpinan, saya merasa sangat kekurangan," ujarnya saat memberikan keterangan di temu di Selong, Selasa (27/01).
Selain persoalan dokter, sarana prasarana seperti tempat tidur pasien dan armada ambulans juga menjadi kendala utama. Saat ini, Puskesmas Sembalun hanya memiliki dua unit ambulans, di mana salah satunya dalam kondisi yang memprihatinkan.
Harapan sempat muncul saat Pemerintah Kabupaten menjanjikan penambahan armada. Namun, hingga kini realisasi tersebut masih terkendala masalah administratif di dinas terkait.
"Ambulans kami ada dua, tapi yang satu kondisinya 'sekarat'. Bapak Bupati sebenarnya sudah menjanjikan tambahan saat pertemuan kemarin, tapi setelah kami konfirmasi ke Dinas Kesehatan, katanya ada kesalahan data atau double data. Saya sudah komunikasi lagi dengan Kepala Dinas, mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi," tambahnya.
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, pihak Puskesmas melakukan inovasi dengan merangkul donatur. Salah satu hasilnya adalah pembangunan fasilitas ibadah (Mushola) berukuran 7 x 7 meter yang diinisiasi untuk kenyamanan keluarga pasien dan staf, mengingat fasilitas tersebut tidak tersedia sebelumnya.
Mengenai pelayanan bagi wisatawan dan pendaki, Kapus menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan pelayanan standar, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum pendakian. Namun, ia mengakui bahwa idealnya Sembalun memiliki fasilitas setingkat klinik internasional untuk menangani kasus-kasus spesifik di kawasan wisata.
"Untuk wisatawan tetap bisa kami layani seperti pasien pada umumnya. Namun, ke depan ada rencana pembangunan klinik internasional di sini. Kami akan menjadi bagian dari tim tersebut. Mengingat ekonomi masyarakat Sembalun terus meningkat, layanan kesehatan pun harus naik kelas," pungkasnya.
Kondisi ini diharapkan menjadi atensi serius bagi pemerintah daerah, mengingat keselamatan wisatawan baik domestik maupun mancanegara sangat bergantung pada kesiapan fasilitas kesehatan di kaki Gunung Rinjani tersebut.

