Lombok Timur Sabet Inovasi Terbaik Nasional Melalui Program ‘SMART JKN’ di UHC Award 2026

Rosyidin S
Selasa, Januari 27, 2026 | 20.05 WIB Last Updated 2026-01-27T12:05:02Z
Terima: Sekda Lombok Timur, Dr. HM. Juaini Taofik menerima dua penghargaan UHC Award 2026 di Jakarta, (Foto: Istimewa/MP).

JAKARTA, MANDALIKAPOST.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sukses mengukuhkan diri sebagai pionir transformasi layanan kesehatan digital di Indonesia. Lewat inovasi unggulan bertajuk SMART JKN, Pemkab Lotim berhasil meraih penghargaan sebagai Inovasi Terbaik Nasional dalam ajang bergengsi Universal Health Coverage (UHC) Award 2026.


Penghargaan prestisius tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Dr. HM. Juaini Taofik, di Hotel Jakarta Expo, Selasa (27/01). Lombok Timur dinobatkan sebagai terbaik pertama dalam kategori Inovasi Terbaik Co-Creation BPJS Kesehatan Bidang Kepesertaan.


Program SMART JKN lahir sebagai jawaban atas hambatan birokrasi dan diskriminasi pelayanan kesehatan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Juaini Taofik menjelaskan bahwa akronim SMART bukan sekadar nama, melainkan filosofi pelayanan yang mencakup:


 1. S (Setara): Layanan tanpa memandang kasta kepesertaan.

 2. M (Mudah): Cukup menggunakan e-KTP untuk mengakses layanan.

 3. A (Akuntabel): Pengelolaan pembiayaan yang bertanggung jawab.

 4. R (Responsif): Penanganan cepat tanpa diskriminasi.

 5. T (Terintegrasi): Koneksi lintas sektor antar-OPD terkait.


“SMART JKN ini dirancang agar layanan BPJS Kesehatan diberikan secara setara dan mudah. Secara konsep inovasi ini sederhana, tetapi tim penilai memercayakan Lotim sebagai yang terbaik. Bagi kami, ini awal dari komitmen bahwa layanan kesehatan idealnya memang harus berlandaskan prinsip SMART,” ujar Juaini Taofik dalam sesi wawancara.


Meski telah diakui secara nasional, Pemkab Lotim tidak ingin berpuas diri. Juaini menekankan bahwa tantangan terbesar ke depan adalah pemerataan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh fasilitas kesehatan agar sejalan dengan semangat inovasi tersebut.


Ia menegaskan tidak boleh ada lagi perbedaan perlakuan antara pasien umum dan peserta JKN.


“Kualitas SDM masih bervariasi, terkadang masih ada keluhan soal sikap yang kurang ramah. Ini akan terus kami perbaiki. Baik pasien BPJS maupun non-BPJS, pelayanannya harus sama, senyumnya juga harus sama,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia berharap SMART JKN menjadi alat kontrol kualitas (quality control) bagi seluruh tenaga kesehatan.


“Kita sudah terbaik nasional, jangan sampai kita malah malu karena hal-hal sepele (pelayanan buruk). Pelayanan harus tulus, bukan sekadar formalitas saat diawasi,” tambahnya.


Selain predikat inovasi terbaik, Kabupaten Lombok Timur juga berhasil menyabet nominasi UHC Award kategori Pratama. Prestasi ini diberikan atas keberhasilan daerah mencapai cakupan kepesertaan JKN di atas 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen.


Dengan pencapaian ganda ini, Lombok Timur kian mantap menuju target akses kesehatan menyeluruh yang inklusif bagi seluruh warganya, menjadikannya sebagai role model bagi kabupaten/kota lain di Indonesia.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lombok Timur Sabet Inovasi Terbaik Nasional Melalui Program ‘SMART JKN’ di UHC Award 2026

Trending Now