Persagi Lombok Timur Gelar Edukasi Gizi di SMPN 1 Selong, Kawal Program Makanan Bergizi Gratis demi Indonesia Emas 2045

Rosyidin S
Rabu, Januari 21, 2026 | 19.19 WIB Last Updated 2026-01-21T11:20:31Z
Edukasi: Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi Indonesia Lombok Timur gelar aksi edukasi gizi di SMPN 1 Selong, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPC Persagi) Kabupaten Lombok Timur menggelar aksi edukasi gizi di SMPN 1 Selong, Rabu (21/01).


Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawalan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.


Kegiatan yang mengusung tema "Gizi Optimal Mewujudkan Indonesia Emas 2045" ini menyasar remaja sekolah sebagai kelompok krusial. Selain edukasi, Persagi fokus memantau kesiapan implementasi program MBG yang menjadi pilar utama intervensi gizi pemerintah saat ini.


Wakil Ketua DPC Persagi Lombok Timur, Muhammad Khairul Hadi, menekankan bahwa masa remaja adalah periode pertumbuhan fisik dan otak yang sangat cepat. Namun, kelompok ini rentan terhadap masalah gizi seperti anemia, stunting, dan obesitas yang berdampak pada prestasi akademik.


Salah satu fokus utama adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri. Khairul mengakui bahwa meskipun program ini sudah lama berjalan, tantangan di lapangan masih ditemukan.


"Program pemberian tablet tambah darah ini sudah berlangsung lama, namun perlu ditingkatkan lagi, baik dari sisi distribusi maupun kesadaran personal remaja putri untuk mengonsumsinya. Harapan kita terbangun perilaku yang menunjang kesehatan mereka," ujar Khairul Hadi di sela-sela acara.


Terkait implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG), Persagi mendorong pentingnya ketersediaan data awal (baseline) status gizi siswa. Tanpa data yang akurat mengenai berat dan tinggi badan sebelum intervensi, efektivitas program akan sulit diukur.


"Kami berharap ada upaya progresif untuk melakukan penilaian awal kasus ini. Jika kita tidak memiliki data awal, kita akan kesulitan mengukur sejauh mana perubahan status gizi sasaran setelah intervensi MBG dilakukan," tambah Khairul.


Ia memastikan bahwa porsi dan menu dalam program MBG telah dirancang memenuhi standar 20-35% kebutuhan gizi harian. Persagi juga aktif memberikan pelatihan bagi penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) untuk menjamin keamanan pangan.


Kepala SMPN 1 Selong, Zainudin, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, pemenuhan gizi adalah kunci bagi kemampuan kognitif siswa di sekolah.


"Ini program pemerintah yang harus kita apresiasi tinggi supaya tidak ada lagi anak-anak yang keterbelakangan gizi. Kalau gizi bagus, kesehatan bagus, maka pikiran dan fisik juga bagus sehingga prestasi kognitif anak-anak meningkat," kata Zainudin.


Meski demikian, Zainudin memberikan catatan konstruktif terkait aspek teknis di lapangan. Ia menyarankan adanya variasi jadwal untuk menghindari kejenuhan siswa serta koordinasi internal yang kuat terkait kualitas rasa makanan.


"Masukan kami, mungkin jangan setiap hari untuk menjaga kejenuhan siswa terhadap menu yang itu-itu saja. Selain itu, kami di sekolah selalu mengoordinasikan agar jika ada rasa makanan yang kurang pas, segera melapor ke pihak sekolah untuk dievaluasi bersama penyedia, bukan langsung ke media massa," pungkasnya.


Aksi edukasi gizi ini tidak hanya berpusat di SMPN 1 Selong, tetapi dilakukan secara serentak di 14 Sekolah Dasar (SD) lainnya di wilayah Lombok Timur.


Melalui keterlibatan tenaga gizi yang tersebar di berbagai Puskesmas, Persagi berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar setiap butir makanan yang dikonsumsi siswa aman dan bergizi.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Persagi Lombok Timur Gelar Edukasi Gizi di SMPN 1 Selong, Kawal Program Makanan Bergizi Gratis demi Indonesia Emas 2045

Trending Now