Wujudkan Calon Pendidik Kreatif, Prodi PIAUD IAIH Pancor Gelar Pentas Seni

Rosyidin S
Sabtu, Januari 31, 2026 | 14.02 WIB Last Updated 2026-01-31T06:02:22Z
Seni: Pertunjukan tarian oleh Mahasiswa IAIH Pancor, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor sukses menyelenggarakan Pentas Seni Mahasiswa di Aula IAIH Pancor pada Jumat (30/01) kemarin.


Giat tersebut, mengusung tema Berkarya, Berbudaya, dan Berkreasi. Acara ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan bakat sekaligus memenuhi evaluasi akhir semester.


Kegiatan ini tidak hanya sekadar pertunjukan seni, melainkan bentuk integrasi nyata antara teori perkuliahan dengan praktik di lapangan. Mahasiswa menampilkan berbagai kolaborasi seni musik dan tari yang memadukan unsur tradisional nusantara dengan sentuhan modern.


Ketua Program Studi PIAUD IAIH Pancor, Baiq Halimatuzzuhrotulaini, M.Pd., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari proses pembelajaran terintegrasi. Menurutnya, pengalaman langsung dalam mengelola sebuah pertunjukan sangat krusial bagi calon guru PAUD.


“Pentas Seni Mahasiswa Prodi PIAUD ini merupakan kegiatan serial akhir semester yang dirancang sebagai ajang pengembangan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan mahasiswa dalam bidang seni dan budaya. 


Kegiatan ini juga menjadi wadah integrasi nilai akademik dan non-akademik yang telah diperoleh selama perkuliahan,” ujar Zuhro di sela-sela kegiatan.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dimulai dari perencanaan konsep hingga evaluasi akhir. Hal ini selaras dengan capaian pembelajaran prodi untuk mencetak lulusan yang inovatif.


“Mahasiswa terlibat langsung dalam merancang konsep pertunjukan, mengelola kegiatan, hingga melakukan evaluasi. Fokusnya terutama pada pengembangan seni musik dan tari, dengan mengombinasikan tarian nusantara dan modern,” jelasnya.


Selain aspek teknis, penguatan karakter dan pelestarian budaya lokal menjadi napas utama dalam perhelatan ini. Zuhro menilai, seorang pendidik anak usia dini harus memiliki apresiasi tinggi terhadap akar budaya bangsa.


“Nilai yang ingin kami tanamkan di antaranya kerjasama, kreativitas, kepercayaan diri, serta apresiasi terhadap budaya lokal dan nusantara. Mahasiswa tidak hanya tampil, tetapi juga memahami makna budaya dari setiap karya yang dibawakan,” tambah Kaprodi PIAUD tersebut.


Kemampuan seni dianggap sebagai kompetensi vital bagi pendidik PAUD agar mampu menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan menyenangkan bagi anak-anak di masa depan.


“Kemampuan seni dan kreativitas sangat penting bagi calon guru PAUD. Dari sinilah mereka belajar menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak, khususnya pada bidang kesenian,” tegasnya.


Melihat antusiasme dan dampak positif yang dihasilkan, pihak prodi berkomitmen untuk menjadikan pentas seni ini sebagai tradisi akademik yang berkelanjutan. Harapannya, kegiatan ini dapat terus memoles kualitas lulusan IAIH Pancor agar lebih siap terjun ke dunia pendidikan.


“Kami berharap pentas seni mahasiswa PIAUD dapat terus berlanjut dan berkembang sebagai ajang tahunan, sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan serta memperkaya budaya akademik di lingkungan kampus,” pungkas Zuhro.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wujudkan Calon Pendidik Kreatif, Prodi PIAUD IAIH Pancor Gelar Pentas Seni

Trending Now