Gubernur NTB Tinjau Terminal, Bandara dan Pelabuhan Pastikan Kelancaran Arus Mudik

Ariyati Astini
Minggu, Maret 15, 2026 | 14.50 WIB Last Updated 2026-03-15T06:50:11Z


Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB meninjau sejumlah simpul transportasi utama guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Sabtu (15/3/2026).



MANDALIKAPOST.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB meninjau sejumlah simpul transportasi utama guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Sabtu (15/3/2026).

Peninjauan dilakukan di Terminal Mandalika, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Pelabuhan Lembar hingga pelepasan program Mudik Gratis jalur laut rute Lembar–Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal didampingi Kapolda NTB Irjen Pol. Edi Murbowo, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjamsul Arief, Kajati NTB Wahyudi, serta unsur Forkopimda lainnya.

Peninjauan diawali di Terminal Mandalika untuk melihat kesiapan pos pengamanan serta pelayanan keberangkatan penumpang angkutan darat menjelang puncak arus mudik. Pada kesempatan itu, Miq Iqbal juga menanggapi isu kenaikan harga tiket bus yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Menurutnya, perbedaan harga tiket tidak selalu berarti pelanggaran karena adanya variasi kelas layanan dan fasilitas pada armada bus.

“Tarif yang diatur pemerintah sebenarnya untuk kelas ekonomi. Sementara di lapangan banyak bus yang memiliki fasilitas tambahan seperti leg rest dan layanan lainnya. Karena fasilitasnya berbeda, maka kelasnya juga berbeda dan harga tiketnya ikut bervariasi,” ujar Miq Iqbal.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah bersama aparat penegak hukum telah mengingatkan perusahaan otobus agar tetap mematuhi batas harga tertinggi yang telah ditetapkan.

Ia juga menyoroti potensi persoalan dalam mekanisme penjualan tiket melalui pihak ketiga yang kerap memicu lonjakan harga di lapangan.

“Banyak pembeli tidak membeli langsung melalui perusahaan bus, tetapi melalui pihak ketiga. Di situlah sering muncul persoalan harga. Bahkan ada laporan adanya oknum yang memaksa penjualan tiket dengan harga tinggi demi mendapatkan komisi,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur menilai fasilitas Terminal Mandalika secara umum sudah cukup baik, meskipun masih membutuhkan penyempurnaan dari sisi fungsi dan penataan kawasan.

“Kita ingin terminal ini memiliki standar pelayanan yang baik, bahkan kalau bisa suasananya seperti di bandara. Pengaturan area publik dan area khusus penumpang juga perlu ditata lebih baik agar pelayanan semakin tertib,” katanya.

Dari Terminal Mandalika, rombongan melanjutkan peninjauan ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Di bandara tersebut, Miq Iqbal menyebut jumlah penumpang menjelang Lebaran melampaui prediksi awal.

“Awalnya diperkirakan sekitar 8.000 penumpang pada H-4, namun ternyata sudah mencapai sekitar 9.000 penumpang. Ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran dengan tujuan penerbangan terbanyak menuju Jakarta dan Surabaya. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara telah menyiapkan tujuh penerbangan tambahan.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan penerbangan, termasuk kondisi kesehatan kru pesawat di tengah meningkatnya frekuensi penerbangan.

“Kami menyarankan agar dilakukan pemeriksaan kesehatan kru secara acak untuk memastikan seluruh kru dalam kondisi sehat dan fit sehingga keselamatan penerbangan tetap terjaga,” ungkapnya.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Lembar yang menjadi salah satu titik vital pergerakan penumpang dan kendaraan antara Lombok dan Bali.

Dari hasil pemantauan, arus penyeberangan keluar dari Lombok masih relatif normal, sementara arus kedatangan mengalami peningkatan sekitar 20 persen, baik untuk barang, kendaraan maupun penumpang.

“Peningkatan paling terlihat pada kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang datang dari luar daerah,” jelasnya.

Mayoritas arus kedatangan tersebut berasal dari Pelabuhan Padangbai, Bali. Sementara arus keluar dari Lombok diperkirakan akan meningkat setelah Hari Raya Idul Fitri.

Terkait pengaturan lalu lintas penyeberangan, pemerintah akan menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) serta regulasi Pemerintah Provinsi Bali yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

“Pada tanggal 18 penyeberangan dari Lombok akan ditutup hingga pukul 09.00 dan dibuka kembali pada tanggal 20 pukul 04.00 dini hari. Sementara dari arah Bali akan mulai ditutup pada tanggal 19,” jelasnya.

Rangkaian peninjauan ditutup dengan pelepasan program Mudik Gratis Angkutan Laut 1447 H/2026 rute Lembar–Surabaya yang dilepas langsung oleh Gubernur NTB.

Menurut Miq Iqbal, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik secara aman dan terjangkau.

“Bapak dan Ibu bukan hanya mendapatkan perjalanan gratis, tetapi juga perlindungan asuransi selama perjalanan. Mudah-mudahan perjalanan lancar dan semua sampai dengan selamat di kampung halaman,” ujarnya.

Ia berharap program mudik gratis tersebut dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya pada tahun-tahun mendatang.

Menutup kegiatan tersebut, Gubernur secara resmi melepas keberangkatan para pemudik menuju Pulau Jawa.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, mudik gratis jalur laut dari Lombok menuju Surabaya secara resmi saya lepas. Selamat jalan, semoga perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gubernur NTB Tinjau Terminal, Bandara dan Pelabuhan Pastikan Kelancaran Arus Mudik

Trending Now