![]() |
| Evakuasi: Tim gabungan SAR berhasil evakuasi jasad seorang bocah korban saat ditemukan di Sumbawa, (Foto: Istimewa/MP). |
Penemuan ini tergolong luar biasa sekaligus memilukan, lantaran jasad korban terbawa arus hingga sejauh 60 Nautical Mile (NM) atau sekitar 111,12 kilometer dari titik awal keberangkatan arus di muara Sungai Selong.
Titik terang keberadaan Azril muncul pada Jumat (27/2/2026) siang sekitar pukul 14.00 WITA. Warga Pulau Moyo melaporkan adanya jasad balita yang tersangkut di akar pohon bakau. Korban ditemukan masih mengenakan kaos berwarna biru, sesuai dengan ciri-ciri terakhir saat ia terjatuh ke drainase di depan SDN 1 Selong pada Selasa (24/2/2026).
Pihak keluarga yang melakukan verifikasi awal segera mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah Azril. Menindaklanjuti hal itu, Tim SAR Gabungan bergerak cepat menuju lokasi pada Sabtu pagi untuk melakukan evakuasi.
Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, mengonfirmasi bahwa identitas korban telah dipastikan melalui prosedur medis dan identifikasi final di rumah sakit di Sumbawa.
“Kami mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong. Jarak penemuan memang cukup jauh, sekitar 60 NM dari muara sungai,” ujar M. Darwis dalam keterangan resminya, dikutip dari laman resmi www.radarlombok.id.
Darwis menambahkan bahwa dengan ditemukannya jasad Azril dan penyerahannya kepada pihak keluarga pada pukul 12.00 WITA, maka misi pencarian besar-besaran ini resmi dihentikan.
“Dengan ditemukannya korban dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup,” tegasnya.
Keberhasilan penemuan ini tidak lepas dari kerja keras berbagai unsur, mulai dari Pos SAR Kayangan dan Sumbawa, TNI/Polri, BPBD, Damkarmat, hingga keterlibatan aktif warga Desa Sebotok.
"Terimakasih kepada tim gabungan SAR, unsur Muspida, dan semua lapisan masyarakat yang turut serta terlibat dalam proses pencarian korban. Alhamdulillah berkat kerja sama kita semua korban ditemukan," tutup Darwis.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di Karang Sukun, Kelurahan Selong, untuk proses pemakaman. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap arus drainase saat cuaca ekstrem.

