![]() |
| Macet: Armada mobil Damkar saat berada di lokasi kejadian, (Foto: Istimewa/MP). |
Ironisnya, meski lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 50 meter dari Kantor Pos Damkar Sambelia, api gagal dipadamkan lebih awal lantaran mesin pendorong air pada armada pemadam mendadak macet saat tiba di lokasi kejadian.
Peristiwa pilu ini bermula sekitar pukul 08.30 WITA. Saat itu, rumah dalam kondisi kosong karena Amak Sila sedang berada di ladang, sementara istrinya tengah sibuk berdagang. Kepulan asap hitam yang membubung tinggi dari atap rumah pertama kali disadari oleh warga sekitar yang langsung berteriak meminta tolong.
Upaya warga untuk memadamkan api secara mandiri sempat terhambat setelah terdengar suara ledakan dari meteran listrik yang memicu kobaran api semakin beringas.
Petugas Damkar Sambelia yang menerima laporan sebenarnya bergerak cepat dan tiba di lokasi hanya dalam hitungan menit. Namun, kendala teknis tak terduga justru terjadi di titik nol pemadaman.
Ketua Pos Damkar Sambelia, Lalu Budi Sasmika, mengungkapkan rasa sesalnya atas insiden teknis tersebut. Ia menegaskan bahwa armada sebenarnya dalam kondisi siap tempur sebelum berangkat dari markas.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Sebelum berangkat, mesin kami coba dan air keluar lancar. Tapi sesampainya di sini, mesin tidak bisa dioperasikan. Ini di luar dugaan kami," ujar Lalu Budi Sasmika dengan nada kecewa.
Meskipun petugas sempat berupaya memperbaiki mesin di tengah situasi darurat, api yang terlanjur membesar sulit dikendalikan hanya dengan peralatan seadanya.
Kondisi ini sempat memicu rasa frustrasi di kalangan petugas karena jarak tempuh yang sangat dekat seharusnya menjadi kunci penanganan dini yang efektif.
Melihat armada Damkar tak berdaya, warga setempat akhirnya bahu-membahu menyiramkan air menggunakan alat seadanya. Api baru berhasil dijinakkan setelah seluruh bangunan rumah beserta isinya habis terbakar.
Akibat kejadian ini, kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Satu unit sepeda motor dan seluruh perabotan rumah tangga milik korban tidak ada yang bisa diselamatkan. Saat ini, keluarga Amak Sila dilaporkan masih dalam keadaan syok berat atas musibah yang menimpa mereka.

